Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Teluk Wondama Bersiap Miliki Politeknik, Jadi Langkah Awal Menuju Universitas Pertama

Tina Mamangkey • Kamis, 7 Mei 2026 | 06:11 WIB
Bupati Elysa Auri tampak berfoto bersama sejumlah tokoh agama serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di depan Situs Aitumeri, Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. (Antara/HO-Zack Tonu Bala)
Bupati Elysa Auri tampak berfoto bersama sejumlah tokoh agama serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di depan Situs Aitumeri, Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. (Antara/HO-Zack Tonu Bala)

 

RADARPAPUA - Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan menyiapkan pendirian politeknik yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi pintu awal menuju pembentukan universitas di wilayah yang dikenal sebagai tanah peradaban orang asli Papua itu.

Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah serius untuk merealisasikan rencana tersebut melalui kerja sama dengan Universitas Papua atau Unipa.

Menurut Elysa, kerja sama antara pemerintah daerah dan Unipa sudah resmi dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani pada momentum perayaan satu abad peradaban orang Papua pada 25 Oktober 2025.

“Nota kesepakatan sudah ditandatangani saat perayaan satu abad peradaban orang Papua pada 25 Oktober 2025,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan politeknik dipilih sebagai tahap awal karena syarat pendirian universitas di Teluk Wondama masih belum sepenuhnya terpenuhi. Karena itu, pemerintah daerah diminta memulai pengembangan pendidikan tinggi melalui pendirian politeknik terlebih dahulu.

“Untuk universitas syaratnya belum tercapai, sehingga kami diminta memulai dari politeknik terlebih dahulu,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur politeknik dimulai pada pertengahan 2026. Proyek tersebut diharapkan selesai pada 2027, bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Sinode ke-19 di Teluk Wondama.

Keberadaan politeknik nantinya diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda di Teluk Wondama untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah setempat.

"Keberadaan politeknik perluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Teluk Wondama sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ucap Elysa.

Rencana pembangunan politeknik tersebut juga telah dibahas dalam rapat dengar pendapat antara pemerintah daerah bersama DPRK Teluk Wondama guna mendapatkan dukungan anggaran.

Bahkan, lembaga legislatif setempat telah menempatkan sektor pendidikan tinggi sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah dalam pokok-pokok pikiran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027.

Teluk Wondama sendiri memiliki sejarah penting dalam perkembangan pendidikan di Tanah Papua.

Daerah ini dikenal sebagai tempat lahirnya pendidikan formal bagi orang asli Papua setelah misionaris Izaak Samuel Kijne mendirikan sekolah formal pertama di Bukit Aitumeiri, Wasior, pada tahun 1925.

Meski memiliki nilai sejarah besar dalam dunia pendidikan Papua, pemerintah daerah menilai sektor pendidikan di Teluk Wondama masih membutuhkan banyak penguatan agar mampu berkembang dan sejajar dengan daerah lain di Tanah Papua.

Kehadiran politeknik diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pendidikan tinggi di daerah tersebut sekaligus mencetak generasi muda yang lebih siap bersaing di masa depan. (an)

Editor : Tina Mamangkey
#pendirian politeknik #pembangunan politeknik #pengembangan pendidikan tinggi #Teluk Wondama #Perguruan Tinggi