RADARPAPUA - Peristiwa ledakan bahan peledak yang mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Biak, terus menyisakan fakta-fakta baru.
Setelah insiden tragis yang menewaskan enam warga, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua kembali menemukan sejumlah bahan peledak aktif peninggalan Perang Dunia II di sekitar lokasi kejadian.
Penemuan tersebut terjadi saat tim melakukan penyisiran dan pembersihan area di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan tidak ada lagi bahan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengungkapkan bahwa dalam operasi yang dilakukan pada Selasa (2/6), petugas berhasil menemukan tiga mortir serta 30 butir amunisi aktif.
"Berbagai jenis bahan peledak itu ditemukan saat tim Jibom, Selasa (2/6) saat melakukan pembersihan di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) dan saat ini sudah dimusnahkan," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi dari Jayapura, Rabu.
Penemuan ini menambah daftar bahan peledak yang berhasil diamankan petugas. Sebelumnya, pada Senin (1/6), tim Jibom juga menemukan dua granat aktif, yakni granat jenis nanas dan granat manggis.
Kedua granat tersebut telah dimusnahkan untuk mencegah risiko ledakan susulan.
Menurut AKBP Ari, proses sterilisasi di sekitar lokasi ledakan masih terus dilakukan.
Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa bahan peledak yang tertinggal di area tersebut.
Setelah lokasi dinyatakan benar-benar aman, tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua dan Satuan Reserse Kriminal Polres Biak Numfor akan melaksanakan olah TKP guna mengungkap secara rinci penyebab dan kronologi kejadian.
Di tengah proses sterilisasi, operasi kemanusiaan juga masih berlangsung. Tim SAR gabungan hingga kini terus berupaya mencari tiga warga yang dilaporkan hilang akibat ledakan tersebut.
Pencarian difokuskan di luar area utama TKP dengan menyisir kawasan pesisir pantai di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil pencarian yang dilakukan sejak Selasa (2/6), petugas menemukan sejumlah potongan tubuh yang kini disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk keperluan identifikasi.
"Tim DVI Polda Papua akan melakukan identifikasi terhadap temuan tersebut," katanya.
Diketahui, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II itu terjadi pada Minggu (31/5) di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Biak.
Insiden tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia, tiga orang masih dinyatakan hilang, serta menyebabkan kerusakan pada sembilan rumah warga.
Penemuan mortir dan puluhan amunisi aktif di sekitar lokasi menunjukkan masih adanya ancaman dari sisa-sisa peninggalan perang yang terkubur selama puluhan tahun.
Karena itu, aparat terus melakukan penyisiran menyeluruh demi menjamin keamanan masyarakat di sekitar area terdampak. (ant)
Editor : Tina Mamangkey