Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Detik-Detik Menegangkan Warga Sentani Temukan Mortir Berasap Seberat 10 Kg Saat Cari Ikan

Tina Mamangkey • Kamis, 4 Juni 2026 | 06:22 WIB
Benda diduga bom mortir peninggalan Perang Dunia II di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, (ANTARA/HO-Humas Polres Jayapura)
Benda diduga bom mortir peninggalan Perang Dunia II di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, (ANTARA/HO-Humas Polres Jayapura)

 

RADARPAPUA - Sebuah benda berbahaya yang diduga merupakan mortir peninggalan Perang Dunia II ditemukan warga di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Penemuan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena benda tersebut diketahui masih memiliki potensi membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Beruntung, respons cepat aparat kepolisian dan Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua berhasil memastikan situasi tetap aman.

Benda yang diduga sebagai bom mortir itu akhirnya berhasil dijinakkan sesuai prosedur tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan di lingkungan sekitar.

Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick menjelaskan bahwa informasi mengenai penemuan benda mencurigakan tersebut diterima pihak kepolisian pada Rabu sekitar pukul 14.30 WIT.

Setelah menerima laporan, personel piket segera bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan patroli untuk melakukan pengecekan.

"Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan sterilisasi area, serta meminta keterangan dari saksi guna memastikan kondisi dan kronologi penemuan benda berbahaya tersebut," katanya.

Penemuan mortir itu bermula ketika seorang warga bersama beberapa rekannya sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau. Saat berada di lokasi, mereka berencana membuat perangkap ikan dengan menggali tanah di sekitar aliran sungai.

Namun, ketika proses penggalian dilakukan, mereka menemukan sebuah benda besi berukuran cukup besar dengan bentuk yang menyerupai jantung pisang. Awalnya benda tersebut hanya dianggap sebagai besi tua biasa.

Situasi berubah ketika benda itu tiba-tiba mengeluarkan asap. Melihat kejadian tersebut, salah seorang di antara mereka menduga benda tersebut merupakan bom.

Menyadari potensi bahaya yang mengancam keselamatan, mereka segera meninggalkan lokasi dan melaporkan temuan itu kepada keluarga sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian.

"Sesaat kemudian benda tersebut mengeluarkan asap. Menyadari adanya potensi bahaya setelah salah satu temannya menyebut benda itu sebagai bom, mereka segera meninggalkan lokasi dan melaporkannya kepada keluarga yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak Kepolisian," ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas, benda tersebut dipastikan sebagai bom mortir peninggalan Perang Dunia II.

Mortir itu memiliki panjang sekitar 85 sentimeter, diameter sekitar 18 sentimeter, dan berat diperkirakan mencapai 10 kilogram.

Melihat kondisi benda yang masih berpotensi menimbulkan bahaya, Polsek Sentani Kota segera berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 16.35 WIT, tim Jibom yang dipimpin IPTU Sharul Mubarak tiba di lokasi. Tim kemudian langsung melakukan prosedur disposal atau penjinakan sesuai standar operasional penanganan bahan peledak guna menghilangkan risiko yang dapat membahayakan masyarakat.

"Benda yang ditemukan warga merupakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II yang masih memiliki potensi bahaya sehingga harus ditangani secara khusus oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan pendukung," katanya lagi.

Proses penanganan berlangsung dengan pengamanan ketat. Petugas memastikan area sekitar tetap steril selama kegiatan disposal berlangsung untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah melalui serangkaian prosedur, proses disposal akhirnya selesai pada pukul 18.45 WIT. Seluruh tahapan berjalan aman dan terkendali tanpa menimbulkan dampak bagi warga sekitar.

Selanjutnya, sisa material hasil disposal diamankan oleh Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua guna kepentingan penyelidikan serta penanganan lanjutan.

Kepolisian juga kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan bahan peledak atau amunisi lama.

"Segera laporkan kepada pihak Kepolisian agar dapat dilakukan penanganan secara aman dan profesional," ujarnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah Kabupaten Jayapura masih berpotensi menyimpan sisa-sisa amunisi maupun bahan peledak peninggalan Perang Dunia II yang sewaktu-waktu dapat ditemukan oleh masyarakat.

Karena itu, warga diminta untuk tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda-benda mencurigakan yang ditemukan di lapangan.

 Langkah paling aman adalah segera melaporkannya kepada aparat berwenang agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki keahlian dan perlengkapan khusus.

"Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan benda mencurigakan yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar," katanya. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#penemuan bom #peninggalan Perang Dunia II #Brimob Polda Papua #kabupaten jayapura #Bom