RADARPAPUA - Proses penanganan lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, masih terus berlangsung.
Hingga kini, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan sterilisasi di area tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga maupun petugas.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan bahwa lokasi ledakan yang berada di kompleks perikanan Jalan Walter Monginsidi, Biak, belum dinyatakan aman karena tim masih menemukan sejumlah pecahan atau potongan proyektil yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II.
Menurutnya, hingga Rabu (3/6), proses penyisiran dan pemeriksaan di lokasi masih terus dilakukan oleh tim Jibom guna memastikan seluruh area benar-benar steril dari sisa-sisa bahan peledak.
"Isi dari bom atau bahan peledaknya tidak ada dan diduga sudah dikeluarkan," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada ANTARA, Kamis.
AKBP Ari menjelaskan, keputusan mengenai keamanan lokasi sepenuhnya berada di tangan tim Jibom.
Baca Juga: Gegana Sisir TKP, Tim DVI Identifikasi DNA Keluarga Korban Bom PD II Biak
Selama tim belum menyatakan area tersebut bersih dan aman, aktivitas pencarian terhadap tiga warga yang masih dinyatakan hilang belum dapat dilakukan di dalam kawasan TKP.
Karena itu, saat ini tim gabungan masih memusatkan upaya pencarian di luar area ledakan, termasuk di wilayah perairan dan laut sekitar lokasi kejadian.
Hal ini dilakukan mengingat kawasan permukiman yang terdampak berada di tepi pantai.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa sebelumnya tim Jibom telah menemukan sejumlah granat dan peluru peninggalan Perang Dunia II di sekitar lokasi.
Seluruh temuan tersebut telah diamankan dan dimusnahkan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan masyarakat.
"Mudah-mudahan sterilisasi segera selesai sehingga tim lainnya dapat melakukan olah TKP," kata AKBP Ari Trestiawan.
Setelah proses sterilisasi dinyatakan selesai, tim investigasi dan petugas terkait nantinya dapat melanjutkan olah TKP secara menyeluruh untuk mengungkap lebih jauh penyebab serta kronologi ledakan tersebut.
Sebagai informasi, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi pada Minggu (31/5) di Biak Numfor menimbulkan dampak besar.
Peristiwa itu menyebabkan enam orang meninggal dunia, tiga warga masih dinyatakan hilang, serta sembilan rumah mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi di kawasan permukiman warga tersebut.
Editor : Tina Mamangkey