Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pisang Endemik Papua jadi Perhatian Serius Kodim 1801/Manokwari

Axel Refo • Selasa, 19 Januari 2021 | 20:49 WIB
ENDEMIK: Prajurit TNI melakukan pemantauan dan meninjau lokasi keberadaan pisang raksasa di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, Selasa (19/1/21).
ENDEMIK: Prajurit TNI melakukan pemantauan dan meninjau lokasi keberadaan pisang raksasa di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, Selasa (19/1/21).
MANOKWARI — Salah satu pisang diantara 16 jenis pisang yang banyak dikonsumsi masyarakat di Papua dan Papua Barat menjadi perhatian serius Dandim 1801/Manokwari Kolonel Arm Airlangga. Pasalnya Dandim Manokwari memerintahkan tim yang dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1801/Mkw Letkol Inf Saheri didampingi Pabung Kab Pegaf Letkol Arm Safei, Pasilog Mayor Inf Irwan Suwarna dan Plh Danramil 1801-05/Anggi Letda Inf Pius Huik turun ke lapangan dan mencoba  membudidayakan tanaman endemik tersebut di lahan tidur milik Kodim 1801/Manokwari, Selasa (19/1/21). Keberadaan pohon pisang asli Papua ditemukan di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari. Di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat Tanaman pisang identik dengan tinggi pohon sekira 25 meter hingga 30 meter. Warga setempat mengenal jenis pohon pisang Musa Ingens, sebagai pohon pisang raksasa yang biasa tumbuh di hutan pegunungan tropis daerah Papua dengan ketinggian 1.500 - 2.000 meter di atas permukaan laut. Zeth Wonggor, salah satu warga membenarkan pisang raksasa itu merupakan tanaman endemik di Tanah Papua.  Pisang jenis Musa Ingens, kata Wonggor, hanya tumbuh dan ditemukan di Kampung Kwau dan wilayah Pegunungan Arfak. “Pisang raksasa tumbuh di area pada ketinggian 1.000 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut rata-rata tingginya mencapai 25 hingga 30 meter. Sedangkan pisang biasa hanya tumbuh 2 hingga 5 meter dengan diameter kecil,” kata Wonggor. Diameter pohon pisang raksasa itu mencapai dua meter, dengan panjang buahnya mencapai 18 centimeter dan berdiameter 3 hingga 4 Cm. Pisang raksasa tidak tumbuh berumpun atau tak ada tunas yang muncul pada bonggolnya sangat jarang. Hal ini menyebabkan pisang raksasa ini sulit berkembang biak. Tak heran jika burung-burung senang memakan buahnya. Pasalnya, terdapat biji-bijian. Proses interaksi alamiah antara hewan dan pohon itu membantu menyebar tumbuhan pisang raksasa di Kwau dan Pegunungan Arfak. Wonggor pun mengapresiasi prajurit TNI dan Kodim 1801/Manokwari yang siap membantu warga setempat untuk membudidaya pisang endemik di Papua Barat tersebut. (xlo) Editor : Axel Refo
#Pisang Endemik #Pisang Raksasa #Dandim 1801/Manokwari Kolonel Arm Airlangga