TRAGIS! Ibu dan Anak Tewas Berpelukan, Akibat SPBU Mini Terbakar
Administrator• Kamis, 16 Juni 2022 | 22:04 WIB
Ilustrasi kebakaran.RADARPAPUA.ID - SPBU mini terbakar di sebuah warung kelontongan, di Desa Wedoro Timpian, Surabaya , Kamis (16/6/2022) pagi, akibatnya sekeluarga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ibu dan putrinya yang berusia 4 tahun ditemukan tewas berpelukan. Sedangkan sang ayah mengalami luka bakar cukup parah. Seorang saksi bernama Yudi warga sekitar mengungkapkan, dirinya mengetahui peristiwa SPBU mini terbakar itu saat pulang jamaah salat Subuh dari masjid. Dari jarak cukup jauh, pria 50 tahun itu melihat gumpalan asap. Menurut kesaksian Yudi, di lokasi kejadian saat itu sudah banyak warga yang berkerumun. Mereka berupaya menjinakkan api dengan cara mengguyurkan air ke toko tempat SPBU mini terbakar. ”Rumah saya kebetulan pas di belakang rumah yang terbakar,’’ ujarnya. Yudi memperkirakan, kebakaran terjadi sejak pukul 03.45 WIB. Tidak lama, satu unit pemadam kebakaran (damkar) datang. Setelah berjibaku sekitar setengah jam, petugas pun berhasil memadamkan api. Api tak sampai melalap bangunan di sebelahnya. Kemudian, polisi datang untuk mengevakuasi korban meninggal. Yakni, Mahyatun (36) dan putrinya, Indi Wulandari (4). Ibu dan anak itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi. Ukurannya hanya 1 meter persegi, lokasinya di ujung kanan belakang toko. Tubuh anak dan ibu malang itu gosong keduanya tampak sedang berpelukan. Kedua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Sementara itu, Sumahyah, ayah Indi sekaligus suami Mahyatun, dilarikan ke RS Bunda Waru. Pria 40 tahun itu mengalami luka bakar yang cukup parah. Pada pukul 09.00 WIB, bau gosong bercampur bensin masih menyeruak keluar dari dalam toko berukuran 5 x 3 meter itu. Terlihat ada beberapa barang dagangan yang terbakar seperti beras, tabung gas, galon, dan kaleng-kaleng di bagian depan, seperti mesin pengisian bensin dan sisa kerangka sepeda motor matik yang hangus. Tampak tim Labfor Polda Jatun sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti. Beberapa barang seperti kabel bagian dalam mesin pengisian bensin serta serpihan dari bagian kerangka motor diambil. Sebagai barang bukti guna mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Kapolsek Waru Kompol Bunari mengungkapkan, korban peristiwa SPBU mini terbakar itu merupakan warga Sampang, Madura. Mereka hanya tinggal bertiga. Keluarga tersebut baru menjalankan usaha toko kelontong dan pom bensi mini di tempat tersebut sekitar 5 bulan terakhir. Toko itu bangunan dengan dua lantai. ”Di atas sebenarnya ada kos, cuma sedang tidak ada penghuninya,’’ katanya. Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran di TKP tersebut. Beberapa warga mengungkapkan, kebakaran terjadi karena aktivitas Sumahyah yang melakukan bakar-bakar di depan rumah. Ada juga yang menuturkan bahwa SPBU mini terbakar karena korsleting di mesin pengisian bensin.
’’Kami tidak bisa menduga-duga dan masih menunggu hasil dari lab forensik. Kita tindak lanjuti juga apa pom semacam ini ada izinnya atau tidak,’’ tutur Bunari. (dhe/pojoksatu/jpr)