RADARPAPUA - Pernah dengar ngak Udang Selingkuh Papua? Ini loh hewan endemik Papua, yang ternyata memang ada, dan sudah banyak dijumpai di daratan Papua.
Udang Selingkuh atau nama latinnya Cherax monticola merupakan sebutan untuk lobster air tawar yang mendiami sungai-sungai di Pegunungan Papua pada ketinggian 1.650-1.750 meter di atas permukaan laut.
Lobster air tawar ini memiliki penampakan unik, yaitu tubuhnya menyerupai udang dan sekaligus juga memiliki capit seperti kepiting
Namanya memang unik. Lobster unik yang lezat ini hanya bisa ditemukan di perairan Papua, lo. Udang ini merupakan jenis udang air tawar yang banyak dijumpai di sepanjang Sungai Baliem, Wamena.
Meskipun hanya sebuah mitos, cerita ini menambah nuansa unik sehingga banyak orang ingin mencobanya. Dan Udang Selingkuh ini biasanya habitatnya ada di Danau Paniai, Danau Tage, dan Danau Tigi.
Yang membedakan udang selingkuh dengan udang lainnya ada pada capit yang begitu besar hingga menyerupai capit kepiting. Karena keunikan itulah yang membuat hewan ini dijuluki Udang Selingkuh. Hal ini karena dianggap sebagai hasil perselingkuhan antara lobster dengan kepiting.
Lendius Murib mahasiswa Papua yang menempuh studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsrat, membenarkan adanya Udang Selingkuh tersebut.
"Itu menjadi makanan kami. Banyak di Wamena, tempat saya. Ini juga menjadi kuliner khas kita. Banyak orang luar Papua yang memang kaget dengan namanya. Banyak juga mereka datang untuk melihat dan merasakan olahan Udang Selingkuh Papua," tuturnya.
Lendius mengatakan, jika ingin mencoba olahan udang selingkuh, cobalah datang ke Goa Togece Kampung Parema, Distrik Wesaput, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. "Di sana akan menemukan banyak kuliner Udang Selingkuh," bebernya.
Lendius menyebut, Udang Selingkuh bentuknya unik dan terkenal dengan tekstur yang lembut dan sedikit manis, membuat udang selingkuh ini enak disantap.
"Makanan ini biasanya disajikan dengan cara dibakar dan hanya menggunakan bumbu minimal, seperti garam. Kemudian disajikan bersama tumis kangkung dan sambal colo-colo. Perpaduan rasa manis dari udang dan sambal colo-colo yang segar membuat menu ini sangat cocok dipadukan. Tapi sekarang sudah banyak resepnya, ada saus tiram, lada hitam dan banyak lagi," ucapnya.
Diketahui, ciri lain dari Udang Selingkuh yaitu memiliki cangkang lebih keras dari udang biasa. Ukuran capitnya lebih kecil dari kepiting biasa, serta memiliki warna tubuh hitam agak kebiruan. Sejatinya hewan ini adalah lobster air tawar (freshwater crayfish) atau udang karang meski ukuran tubuhnya tidaklah sebesar lobster air asin.
Selain itu, lobster air tawar Cherax sp bersifat endemik karena memiliki spesifikasi khusus yang hanya ditemukan di habitat alam tertentu. Penelitian juga menunjukkan bahwa persebaran lobster air tawar Cherax sp ini tidak merata di semua lokasi dan terbatas pada wilayah-wilayah tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa lobster Cherax memiliki kisaran persebaran yang terbatas. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight