Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Papua dan Indonesia Siap Bebas Malaria 2030: Langkah Terobosan dan Rintangan yang Menghadang!

Richard Lawongan • Senin, 29 April 2024 | 08:28 WIB
Ilustrasi Papua bebas malaria pada tahun 2030
Ilustrasi Papua bebas malaria pada tahun 2030

RADARPAPUA - Menurut berita terbaru, Papua telah mencatat peningkatan kasus malaria yang signifikan, dengan lebih dari 500 ribu kasus dilaporkan pada tahun 2023, menjadikannya sebagai wilayah dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada periode tersebut.

Dalam upaya memerangi malaria, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Robby Kayame, menyatakan bahwa berbagai langkah telah diambil mulai dari pencegahan dengan penggunaan kelambu hingga pengobatan intensif dan perbaikan sanitasi.

Baca Juga: Strategi Baru: Kepala Staf Angkatan Darat Ungkap Dampak Perubahan Nama KKB menjadi OPM di Papua

Salah satu strategi baru yang telah diterapkan di Papua adalah program Minum Obat Massal Malaria (MOMAL), yang telah membuktikan keberhasilannya dalam menurunkan kasus malaria lebih dari 50 persen di beberapa wilayah percontohan seperti Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Hal ini mencerminkan optimisme bahwa Papua bisa mencapai status 'bebas' malaria pada tahun 2030 berkat MOMAL.

Namun, meskipun optimisme tersebut ada, berbagai tantangan masih menghadang.

Di tingkat nasional, Indonesia menetapkan target eliminasi malaria pada tahun 2030, dengan beberapa provinsi seperti Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai status tereliminasi.

Baca Juga: Tragedi Pembunuhan Danramil Aradide: Kematian Oktovianus Sokolray oleh Tangan OPM

Namun, tantangan seperti aksesibilitas pelayanan yang tidak merata di daerah terpencil, keterbatasan sumber daya manusia khusus di bidang malaria, faktor geografi yang sulit, dan iklim tropis tetap menjadi hambatan dalam mencapai target tersebut.

Keterlibatan sektor swasta juga menjadi kunci dalam upaya penanggulangan malaria, seperti yang ditunjukkan oleh PT Freeport Indonesia yang telah aktif dalam program pengendalian malaria di Papua sejak tahun 1992.

Program tersebut berhasil menurunkan jumlah kasus malaria secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Wow! Peternak Ungkap Harta Karun Jutaan Tahun di Padang Gurun: Portal Menuju Masa Pra Sejarah di Argentina!

Dengan berbagai upaya yang dilakukan baik di tingkat lokal maupun nasional, Papua dan Indonesia secara keseluruhan menunjukkan komitmen yang kuat untuk mencapai status bebas malaria pada tahun 2030.

Meskipun tantangan masih ada, kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak diharapkan dapat membawa perubahan yang positif dalam upaya mengatasi masalah kesehatan ini. (Nal)

Editor : Richard Lawongan
#Target eliminasi #Malaria #Tantangan kesehatan #Indonesia #Strategi pencegahan #Minum Obat Massal Malaria #Kolaborasi sektor swasta #Penanggulangan malaria #Papua #Kesehatan masyarakat