Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Papua: Konflik Tak Kunjung Usai, Pengamat Serukan Gebrakan Baru, Pemerintah Siap Gelar Revolusi Kemanusiaan!

Richard Lawongan • Senin, 29 April 2024 | 20:09 WIB

Kekerasan bersenjata yang terus dilakukan oleh kelompok separatis teroris (KST) di Papua menjadi perhatian serius, sehingga pemerintah akan menerapkan pendekatan baru.
Kekerasan bersenjata yang terus dilakukan oleh kelompok separatis teroris (KST) di Papua menjadi perhatian serius, sehingga pemerintah akan menerapkan pendekatan baru.

RADARPAPUA - Kekerasan bersenjata yang terus dilakukan oleh kelompok separatis teroris (KST) di Papua terus menjadi perhatian serius.

Meskipun pemerintah telah berupaya melalui pendekatan militer, namun kelompok tersebut masih aktif dan kekerasan bersenjata tidak kunjung mereda.

Menurut pengamat terorisme Al Chaidar Abdurrahman Puteh, pendekatan militer yang diterapkan pemerintah hingga saat ini tidak efektif.

Puteh menyoroti bahwa pendekatan militer di Papua tidak berbeda jauh dengan yang pernah dilakukan di Aceh, yang pada akhirnya juga tidak mampu menyelesaikan konflik secara total.

Dia menegaskan bahwa pendekatan militer tidak cukup dan perlu dipertimbangkan pendekatan baru yang lebih komprehensif.

Baca Juga: Strategi Baru: Kepala Staf Angkatan Darat Ungkap Dampak Perubahan Nama KKB menjadi OPM di Papua

Sementara itu, dalam upaya menangani masalah keamanan di Papua, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan pemerintah akan menerapkan pendekatan baru.

Mahfud MD menekankan bahwa pendekatan baru ini akan mengedepankan pembangunan kesejahteraan yang komprehensif dan sinergis, bukan pendekatan militer.

Pendekatan ini akan lebih fokus pada operasi teritorial daripada operasi tempur.

Meskipun harapan masyarakat Papua akan pendekatan baru ini tinggi, pendapat tentang efektivitasnya masih terbagi.

Sejumlah pihak mengharapkan bahwa pendekatan baru ini akan mampu menurunkan frekuensi kekerasan di Papua.

Baca Juga: Tragedi Pembunuhan Danramil Aradide: Kematian Oktovianus Sokolray oleh Tangan OPM

Namun, ada juga yang skeptis, seperti Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Sebby Sambom, yang menganggap bahwa pendekatan baru tersebut tidak akan berhasil menyelesaikan masalah di Papua.

Dengan demikian, langkah-langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani konflik di Papua akan menjadi perhatian serius, karena tidak hanya memengaruhi keamanan dan stabilitas di daerah tersebut, tetapi juga mempengaruhi kondisi kesejahteraan masyarakatnya. (Nal)

Editor : Richard Lawongan
#Kekerasan bersenjata #Teroris #Operasi teritorial #Pembangunan kesejahteraan #Separatis #Konflik #Stabilitas sosial #Pengamat terorisme #Pendekatan militer #Papua