RADARPAPUA - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri, mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi pembakaran sekolah yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Tanah Papua.
Kapolda menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat merugikan, terutama bagi generasi muda Papua.
Baca Juga: Peristiwa Tragis: Serangan KKB di Papua, Satu Korban Tewas di Polsek Homeyo!
Menurut Kapolda Fakhiri, aksi pembakaran yang dilakukan oleh OPM tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga mengintimidasi guru-guru, yang membuat mereka merasa ketakutan.
"Bagaimana guru-guru mau mengajar dengan tenang tanpa ketakutan dan kekhawatiran terjadinya gangguan keamanan terhadap mereka," ungkap Kapolda Fakhiri.
Selain membakar sekolah, kelompok bersenjata OPM juga membakar puskesmas dan mengganggu serta menyerang tenaga medis.
Hal ini tentu saja mengganggu pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah tersebut.
Baca Juga: Teror KKB: Serangan Brutal di Gereja Pegunungan Bintang, Barang Jemaat Dirusak dan Dirampas
Untuk meminimalisir aksi yang dilakukan oleh OPM, Kapolda Fakhiri mengajak masyarakat untuk ikut memberikan edukasi kepada anggota kelompok tersebut agar tidak melakukan tindakan kriminal seperti mengintimidasi guru dan tenaga medis, serta membakar fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas.
"Masyarakat hendaknya membantu agar kelompok tersebut tidak membakar fasilitas umum baik itu sekolah maupun puskesmas," tegas Kapolda Fakhiri.
Aksi terbaru OPM terjadi pada Rabu (1/5), ketika mereka membakar SDN Inpres Pogapa di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Sebelumnya, pada Selasa (30/4), OPM juga menyerang Polsek Homeyo yang menyebabkan satu warga sipil tewas.
Kapolda Papua berharap dengan dukungan dan edukasi dari masyarakat, aksi kekerasan yang dilakukan oleh OPM dapat diminimalisir, sehingga kondisi keamanan dan pendidikan di Tanah Papua dapat kembali stabil. (Nal)
Editor : Richard Lawongan