Penyerahan diri ini berlangsung pada Senin, 13 Mei 2024, di halaman Pos Aimasa Satgas Yonif 133/YS, Kampung Aimasa, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat. Kepala Penerangan Korem 181/PVT Mayor Inf Bambang Triyono mengkonfirmasi hal tersebut kepada detikcom, menyatakan bahwa tiga puluh anggota OPM telah kembali ke pangkuan NKRI.
“Benar, ada 30 orang eks OPM yang kembali ke NKRI,” ujar Bambang Triyono.
Anggota OPM yang menyerahkan diri diidentifikasi dengan inisial FF, AS, LS, PS, YS, YF, EMF, MM, VF, NF, HM, KS, DM, VW, ES, LA, SS, YS, JF, FA, MF, ST, DS, MW, WW, FA, YA, EE, HF, dan SA, berasal dari enam kampung di Kabupaten Maybrat.
Letkol Inf Andhika Ganessakti, Dansatgas Yonif 133/YS, menjelaskan bahwa awalnya tim patroli Satgas Yonif 133/YS menemukan dokumen berisi nama-nama anggota OPM di sebuah rumah kosong di Kampung Aitrem, Distrik Aifat Timur-Maybrat.
Dari temuan tersebut, anggota patroli melakukan pemeriksaan terhadap nama-nama yang tercatat.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka bergabung dengan OPM karena intimidasi dari anggota OPM lainnya. Mereka kerap diancam dan dipaksa untuk bergabung,” kata Andhika.
Seiring waktu, banyak anggota OPM yang menyadari kekejaman dan tindakan yang bertentangan dengan keutuhan NKRI yang dilakukan oleh OPM. Hal ini mendorong mereka untuk mencari cara kembali ke NKRI.
Feliks Fomaer (30), salah satu anggota OPM yang kembali, mengaku bahwa ia ingin hidup tenang dan menyekolahkan anak-anaknya.
Feliks menceritakan bahwa ia dan warga kampungnya sering diintimidasi dengan senjata oleh anggota OPM untuk bergabung.
“Saya kembali bergabung ke NKRI karena ingin hidup normal, menyekolahkan anak-anak, dan hidup tenang. Kami dipaksa dan diintimidasi oleh OPM. Kebaikan TNI membuat saya berani berikrar setia kepada NKRI,” ungkap Feliks.
Acara pengambilan ikrar setia kepada NKRI diselenggarakan dengan melibatkan penghormatan kepada bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembacaan ikrar setia dipimpin oleh salah satu warga dan diikuti oleh seluruh peserta.
Letkol Andhika Ganessakti menambahkan bahwa acara ikrar ini dilakukan dengan koordinasi antara Satgas Yonif 133/YS dan para tokoh masyarakat di Distrik Aifat Timur serta pemerintah daerah Kabupaten Maybrat.
Para eks anggota OPM tersebut meminta agar dibuatkan acara khusus untuk mengikrarkan kesetiaan mereka kepada NKRI.
“Mereka meminta langsung kepada Satgas Yonif 133/YS untuk diadakan acara khusus, disaksikan oleh para tokoh di Distrik Aifat Timur dan pemerintah daerah, sebagai bukti kesungguhan hati mereka untuk kembali ke NKRI,” kata Andhika.
Penyerahan diri dan ikrar setia tiga puluh anggota OPM ini menjadi harapan baru bagi perdamaian dan stabilitas di Papua Barat Daya.
Dengan kembali ke pangkuan NKRI, mereka berharap dapat hidup normal dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta negara. (*)