RADARPAPUA - Kagoya, figur kunci dalam konflik Papua, telah menghilang tanpa kabar sejak ancamannya untuk mengeksekusi Philips Max Marten, seorang Pilot Susi Air, dua bulan yang lalu. Ancaman tersebut muncul bersamaan dengan penangkapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Anan Nawipa, yang mengaku terlibat dalam penembakan yang menewaskan seorang perwira militer Indonesia.
Meskipun Anan Nawipa mengklaim sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM, pimpinan OPM, termasuk Brigjen Matius Gobay, membantah klaim tersebut. Namun, konflik terus berlanjut dengan sejumlah tindakan keras, termasuk ancaman, penganiayaan terhadap warga sipil, dan pembakaran sekolah di Intan Jaya.
Baca Juga: Kabar Menghebohkan! Jual-Beli Amunisi TNI-Polri dengan KKB Sejak 2021 Terbongkar!
Sementara itu, Egianus Kagoya melanjutkan ancamannya untuk mengeksekusi Philips Max Marten, memberikan batas waktu dua bulan bagi pemerintah Indonesia untuk memenuhi tuntutannya. Namun, hingga saat ini, Kagoya hilang tanpa kabar. Kondisi ini meninggalkan ketidakpastian terkait nasib Pilot Susi Air dan negosiasi pembebasannya.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa meskipun upaya untuk membebaskan Philips Max Marten masih berlangsung, belum ada kesepakatan yang tercapai. Dia juga mengisyaratkan adanya pihak ketiga yang berusaha mengganggu dialog antara pemerintah Indonesia dan pihak OPM.
Baca Juga: Ditangkap! Anan Nawipa, Anggota KKB Pembunuh Danramil Lettu Anumerta Oktovianus Disergap oleh Satgas Damai Cartenz
Pada saat yang sama, Philips Max Marten, dalam sebuah pernyataan melalui Egianus Kagoya, mengungkapkan keprihatinannya terhadap serangan udara yang dilakukan oleh TNI. Marten menegaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya mengancam nyawanya, tetapi juga mengakibatkan korban warga sipil di Papua.
Konflik di Papua terus menimbulkan ketegangan dan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Sementara pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menyelesaikan konflik ini melalui dialog, keberadaan dan nasib Egianus Kagoya, serta nasib Philips Max Marten, tetap menjadi perhatian utama. (Nal)
Baca Juga: Mengharukan! Demi Masa Depan Anak, 30 Orang Eks OPM Kembali dan Berikrar Setia Kepada NKRI