RADARPAPUA - Situasi keamanan di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kembali berangsur pulih setelah operasi gabungan TNI-Polri berhasil melumpuhkan kekuatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sempat menebar teror di wilayah tersebut. Operasi ini dilakukan sebagai respons atas serangkaian serangan brutal yang dilancarkan OPM terhadap fasilitas umum dan aparat keamanan di Homeyo.
Baca Juga: Ngeri! Warga Sipil Ditembak Mati Tanpa Busana oleh KKB di Intan Jaya, Diduga Sebagai Mata-mata Aparat?
Berdasarkan siaran resmi dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah mereka. Gereja GKI Imanuel Pogapa, yang sempat kosong selama tiga pekan akibat ketegangan, kini kembali dipenuhi oleh warga yang beribadah. Kondisi ini mencerminkan pulihnya rasa aman di kalangan masyarakat setempat.
"Situasi Distrik Homeyo yang aman telah berdampak positif bagi kenyamanan warga masyarakat dalam melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari, termasuk kegiatan ibadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon.
Kronologi Serangan OPM
Aksi biadab OPM di Homeyo dimulai dengan serangan terhadap kantor Polsek Homeyo pada 30 April 2024, yang mengakibatkan kematian seorang remaja bernama Alexsander Parapak. Serangan ini diikuti dengan pembakaran bangunan SD Inpres Pogapa pada 1 Mei 2024 dan upaya penyerangan terhadap Koramil 1705-05/Homeyo pada 2 Mei 2024. Serangan berturut-turut ini menyebabkan ketakutan meluas di kalangan warga, memaksa banyak dari mereka mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Kabar Menghebohkan! Jual-Beli Amunisi TNI-Polri dengan KKB Sejak 2021 Terbongkar!
Operasi Gabungan TNI-Polri
Operasi penindakan tegas terhadap OPM dilakukan oleh satuan gabungan TNI-Polri, termasuk Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) Habema dan Satgas Nanggala Damai Cartenz. Pasukan ini berhasil memukul mundur kelompok pemberontak dan mengembalikan keamanan di Homeyo. "Operasi penindakan tegas terhadap OPM di wilayah Distrik Homeyo merupakan upaya menciptakan keamanan wilayah yang akan mendukung semua proses percepatan pembangunan Papua," kata Letjen Richard Tampubolon.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasca operasi, TNI telah menempatkan Satuan Tugas Teritorial (Satgaster) Komando Distrik Militer Persiapan di Homeyo. Keberadaan Satgaster ini diharapkan dapat mencegah aksi teror susulan oleh OPM dan memastikan keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Kasus Pencurian Mobil Brimob di Bandara Sentani: Kronologi, Penangkapan, dan Pelaku Masih Dalam Perawatan
Dampak Positif Pemulihan Keamanan
Pulihnya situasi keamanan di Homeyo membawa dampak positif bagi masyarakat. Aktivitas harian warga, termasuk kegiatan ibadah, mulai kembali normal. Penguasaan keamanan oleh TNI-Polri di wilayah tersebut sangat berarti bagi kelancaran dan situasi kondusif kehidupan masyarakat setempat.
Keberhasilan operasi gabungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Papua, serta mendukung proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Dengan langkah-langkah strategis yang telah diambil, diharapkan masyarakat Papua, khususnya di Distrik Homeyo, dapat menjalani kehidupan dengan aman dan tentram. (Nal)
Editor : Richard Lawongan