Hal ini terjadi setelah terjadinya kontak tembak yang sengit antara aparat TNI dan anggota OPM di pedalaman hutan Distrik Aifat Selatan.
Menurut keterangan resmi dari Komandan Satgas Yonif 133/YS, Letkol Inf Andhika Ganessakti, penemuan markas OPM tersebut dilakukan saat Pasukan Yudha Sakti sedang melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.
Kontak tembak yang terjadi memaksa anggota OPM untuk melarikan diri, tetapi upaya pengejaran dari Pasukan Yudha Sakti berhasil menemukan tempat persembunyian para pelaku.
Dua markas OPM yang ditemukan tersebut memiliki konstruksi yang unik, dengan atap dari daun sagu dan menggunakan kayu sebagai bahan utama.
Markas pertama dibangun menjulang tinggi dengan puluhan kayu sebagai penyangga, sedangkan markas kedua lebih rendah dan menggunakan atap dari seng.
Di dalam markas-markas itu, ditemukan sejumlah alat elektronik dan barang bukti lainnya, termasuk handphone, alat komunikasi, serta atribut yang terkait dengan gerakan separatisme Papua.
Diketahui bahwa tak ada korban luka dari pihak TNI selama kontak tembak tersebut. Andhika menegaskan bahwa Pasukan Yudha Sakti akan terus disiagakan untuk melakukan patroli di wilayah Distrik Aifat Raya guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maybrat.
Langkah-langkah proaktif seperti ini diharapkan dapat mengamankan wilayah dari berbagai gangguan yang dilakukan oleh anggota OPM.
Dengan berhasilnya operasi ini, TNI menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara serta memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat. (*)
Editor : Jasinta Bolang