RADARPAPUA - Kabupaten Paniai di Papua Tengah kembali dilanda kekerasan setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan brutal pada Selasa malam (21/5/2024). Dalam aksi tersebut, KKB menembak seorang warga sipil dan membakar sejumlah bangunan sekolah serta kios.
Menurut Kombes Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, serangan terjadi di Distrik Paniai Timur sekitar pukul 21.35 WIT. Kejadian ini bermula ketika dua anggota KKB mendatangi kios milik Arwin dengan berpura-pura membeli rokok. Ketika Arwin melayani mereka, salah satu anggota KKB tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembak. Beruntung, Arwin berhasil melarikan diri ke dalam rumah sehingga hanya helm yang tergantung di dinding rumahnya yang terkena tembakan.
Dalam perkembangan terbaru, Satgas Damai Cartenz 2024 berhasil menembak mati seorang anggota KKB yang terlibat dalam insiden tersebut. Anggota KKB yang tewas diidentifikasi sebagai Basoka Lawiya, ajudan dari pimpinan KKB Undius Kogoya. Jenazah Basoka ditemukan sekitar pukul 22.00 WIT setelah dilakukan penyisiran oleh aparat. Selain itu, ditemukan pula barang bukti berupa magazine, teleskop, dan handphone.
Basoka dan kelompoknya diketahui sering melakukan aksi kekerasan dan gangguan keamanan di wilayah Paniai. Kombes Faizal menambahkan bahwa kelompok ini beroperasi di wilayah Intan Jaya dan telah beberapa kali melakukan aksi serupa di Kabupaten Paniai.
"Kami terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini, serta mencegah terjadinya aksi susulan dari KKB," tutup Kombes Faizal.
Baca Juga: Pasukan TNI Berhasil Menguasai Dua Gubuk Markas OPM di Hutan Maybrat, Papua Barat Daya
Aparat gabungan TNI-Polri dan Satgas Damai Cartenz 2024 masih bersiaga penuh di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan dari KKB. Pendataan dan upaya pemulihan kondisi pasca-insiden terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Insiden ini kembali menyoroti perlunya pendekatan yang lebih efektif dalam menangani kelompok kriminal bersenjata di Papua, serta upaya intensif untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di daerah-daerah rawan konflik. (*)
Editor : Richard Lawongan