RADARPAPUA - Sebanyak ratusan warga dari Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, terpaksa mengungsi ke tempat-tempat aman seperti Polres Paniai dan Gereja Katolik Santo Petrus Kugapa setelah berulang kali diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Situasi ini memaksa perempuan dan anak-anak untuk meninggalkan kampung halaman mereka demi keamanan mereka sendiri.
Kepala Distrik Bibida, Yoris Zonggokau, menjelaskan bahwa gelombang evakuasi ini terjadi setelah serangkaian serangan dan ancaman yang dilakukan oleh KKB dalam beberapa hari terakhir. Beberapa warga juga memilih mengungsi ke Distrik Madi untuk menghindari bahaya yang mengintai di Bibida.
Baca Juga: Mantan Prajurit TNI yang Membelot Jadi Target Operasi TNI, 2 Anggota OPM Tewas
Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai bersama aparat TNI-Polri telah menyediakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi warga yang mengungsi. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap keadaan darurat yang dihadapi masyarakat akibat ancaman KKB.
Sementara itu, dalam operasi terbaru, aparat keamanan berhasil merebut kembali sebagian wilayah Distrik Bibida yang sebelumnya dikuasai oleh Kelompok OPM. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberantasan terhadap KKB, yang dikenal aktif melakukan kekerasan dan gangguan di wilayah Papua.
Baca Juga: Tanah Longsor di Papua Nugini Tewaskan 2.000 Orang, Pemerintah Serukan Bantuan Internasional
Panglima Komando Gabungan Wilayah III, Letjen TNI Richard Tampubolon, menyatakan bahwa operasi ini berhasil mengurangi kekuatan KKB dengan menangkap beberapa anggota termasuk Danis Murib, seorang mantan anggota TNI yang telah menjadi desertir dan bergabung dengan KKB. Keberhasilan operasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Hingga saat ini, ratusan warga yang mengungsi masih berada di tempat-tempat pengungsian yang disediakan, sementara aparat keamanan terus melakukan patroli dan pengamanan di sejumlah titik rawan di wilayah tersebut. (*)
Editor : Richard Lawongan