Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Membangkitkan Ekonomi Kreatif Di Kabupaten Asmat Melalui Festival Sagu

Fandy Gerungan • Jumat, 28 Juni 2024 | 10:22 WIB

Sejumlah pemuda pemudi papua menarikan tarian pangkur sagu
Sejumlah pemuda pemudi papua menarikan tarian pangkur sagu

RADARPAPUA.ID- Dinas Pariwisata Kabupaten Asmat kembali menyelenggarakan Festival Sagu yang berlangsung di Lapangan Yossudarso Agats pada Rabu, 26 Juni 2024. Acara ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan kearifan lokal.

Ketua Panitia, Emelianus Ndepi, dalam laporannya mengungkapkan bahwa festival ini bertujuan untuk menciptakan peluang dan mendorong sektor usaha pariwisata dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif yang mandiri dan berbasis pada kearifan lokal. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca Juga: Penemuan Mengejutkan: Dinosaurus Terbesar di Dunia, Jantungnya Lebih Berat dari 3 Orang dan Panjangnya 37 Meter!

Ndepi berharap, kegiatan ini tidak hanya akan mempromosikan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal tetapi juga menjadikan sagu sebagai sumber ketahanan pangan lokal. Lebih jauh lagi, festival ini diharapkan dapat memperkenalkan budaya dan kuliner khas Asmat kepada dunia luar.

"Selain itu, kami berharap acara ini akan menjadikan Asmat sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman khusus, serta meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga ekologi demi keberlangsungan hidup," ujar Ndepi.

Festival ini dibuka secara simbolis dengan penanaman pohon sagu oleh Asisten III Sekda, Pabung 1704, dan Wakapolres Asmat.

Baca Juga: Refleksi 26 Tahun Reformasi, KontraS Peringatkan Kembalinya Praktik Otoritarian Di Indonesia

Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan penampilan tari energik Pangkur Sagu yang dibawakan oleh sanggar seni Wasan Jiran dan Aites. Setelah upacara pembukaan, para pengunjung festival antusias membeli berbagai olahan sagu yang dijajakan oleh kelompok usaha kecil dan menengah, termasuk mama-mama Papua yang menjadi bagian dari binaan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan usaha mandiri. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#Festival sagu #Agats #Asmat