RADARPAPUA.ID- Mahasiswa Moni yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali, bersama dengan mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya dari berbagai kota di Indonesia, menyatakan bahwa proses penyaluran bantuan studi dari Pemerintah Daerah (Pemda) Intan Jaya melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) tahun ini sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya, bantuan studi dari Pemda Intan Jaya disalurkan pada bulan Mei. Namun, tahun ini, Kabag Kesra belum menyalurkan seluruh hak kami," ungkap Ferdinan Selegani di Yogyakarta pada Minggu, 30 Juni.
Baca Juga: Tiga WNA Ditangkap, TNI Gagalkan Penyelundupan 700 Liter Pertalite Di Perbatasan RI-PNG
Ferdinan menjelaskan bahwa banyak orang tua mahasiswa berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu. Bantuan tersebut biasanya digunakan untuk membayar SPP dan kebutuhan kampus lainnya yang esensial untuk melanjutkan studi.
"Sekarang, hampir semua mahasiswa terancam tidak dapat mengikuti atau bahkan telah absen dalam Ujian Akhir Semester (UAS) karena belum melunasi tunggakan SPP. Hal ini membuat mereka berisiko harus cuti atau bahkan putus kuliah," tambahnya.
Dia menegaskan bahwa mahasiswa adalah generasi penerus Kabupaten Intan Jaya, sehingga pemerintah daerah, khususnya Kesra, harus menyadari dan tidak mengabaikan realitas yang dihadapi oleh mahasiswa.
"Oleh karena itu, kami dari IPMMO Se-Jawa dan Bali serta mahasiswa Kabupaten Intan Jaya di 17 Kota Studi menyatakan sikap dengan beberapa tuntutan," lanjutnya.
Pertama, kami mendesak agar Kesra, Sekretaris Daerah (Sekda), dan Pj Bupati Kabupaten Intan Jaya segera mempercepat proses penyaluran bantuan studi.
Kedua, dengan tegas kami meminta agar Kesra, Sekda, dan Pj Bupati segera bertanggung jawab atas keterlambatan penyaluran dana bantuan studi yang menjadi hak kami dan hingga kini masih tertunda.
"Kabag Kesra, Sekda, dan Pj Bupati Intan Jaya harus segera bertanggung jawab karena telah menyebabkan keterlambatan penyaluran bantuan studi. Kami mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Intan Jaya tidak boleh hanya fokus pada urusan politik dan mengabaikan generasi muda daerah," tambah Ferdinan.
Ferdinan juga menekankan agar Kabag Kesra memastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama di tahun-tahun mendatang. (*)