RADARPAPUA - Presiden Republik Indonesia menggelar taklimat awal tahun 2026 bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pemerintahan untuk menyatukan langkah menghadapi tantangan nasional dan global.
Taklimat tersebut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri koordinator, menteri, kepala badan, pimpinan lembaga negara, serta Panglima TNI dan Kapolri.
Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa pertemuan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, melakukan evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025.
Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kabinet dan lembaga negara atas kerja keras, inisiatif, dan keberanian dalam mengambil keputusan, terutama saat menghadapi berbagai bencana dan tantangan nasional.
Presiden menilai, capaian tahun 2025 membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dan ketahanan sebagai sebuah negara.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan membutuhkan keberanian untuk bertindak, bukan sekadar memilih jalan yang aman.
Tujuan kedua adalah memahami kondisi bangsa di tengah dinamika dan ketidakpastian global. Presiden mengingatkan bahwa situasi dunia terus berubah dan berdampak pada Indonesia, sehingga pemerintah harus tetap waspada dan fokus pada kepentingan rakyat.
Dalam konteks ini, Presiden menekankan pentingnya kemandirian nasional, terutama melalui swasembada pangan dan energi.
Ia menyebut bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjamin kebutuhan dasar rakyatnya.
Presiden juga menyampaikan sejumlah capaian penting, termasuk keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada akhir 2025 dengan cadangan beras pemerintah lebih dari 3 juta ton.
Selain itu, program makan bergizi gratis telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
Tujuan ketiga taklimat adalah menetapkan langkah strategis dan target pemerintahan untuk tahun 2026.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus fokus pada pengurangan kemiskinan, penghapusan kelaparan, dan upaya mewujudkan keadilan sosial.
Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tetap percaya diri, tidak ragu menghadapi kritik, dan terus bekerja demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan