Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Produksi Padi Meningkat Pemerintah Pasang Target Serapan Beras 4 Juta Ton di Tahun 2026

Prisilia Rumengan • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:00 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Pemerintah menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target serapan gabah setara beras sebesar 4 juta ton pada tahun 2026, seiring meningkatnya produksi padi nasional dan penguatan sinergi antar lembaga pangan.

Target ini meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 3 juta ton dan dinilai realistis berdasarkan proyeksi produksi terbaru.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan optimisme tersebut usai Rapat Koordinasi Serap Gabah dan Beras 2026 serta penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog. Menurutnya, pencapaian target ini berpotensi mencetak sejarah baru dalam pengelolaan pangan nasional.

“Kita target serap beras di tahun 2026 itu 4 juta ton. Itu target Bulog dan kita kolaborasi, kita kerja sama. Insyaallah ini bisa tercapai. Kalau berhasil, ini akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi menjadi faktor utama yang memperkuat keyakinan pemerintah.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Januari 2026, luas tanam pada periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare, dengan potensi produksi beras sebesar 4,78 juta ton.

“Kalau tidak ada bencana dan hambatan besar, produksi tahun ini insyaallah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Mentan Amran menekankan pentingnya kerja satu komando dari hulu hingga hilir. Menurutnya, kekuatan produksi di tingkat petani harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik di tengah rantai distribusi serta penyerapan maksimal oleh pemerintah.

“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi kuat, pengelolaan berjalan, dan penyerapan maksimal. Ini kunci menjaga swasembada pangan dan melangkah ke tahap berikutnya,” tegasnya.

Upaya ini, lanjut Mentan Amran, merupakan bagian dari strategi mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah ingin memastikan kebutuhan pangan nasional terpenuhi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut tahun 2026 sebagai momentum penting untuk memastikan seluruh program pangan berjalan berkelanjutan.

Keberhasilan swasembada pangan pada 2025 diharapkan menjadi fondasi kuat untuk capaian yang lebih besar.

“Apa yang sudah berhasil di 2025 harus menjadi autopilot. Kita pertahankan swasembada dan mengejar target baru di 2026,” ujarnya.

Di sisi hilir, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan Bulog menjalankan penugasan pemerintah secara optimal, mulai dari penyerapan hingga penyaluran beras.

“Kami siap mendukung penuh target pemerintah, dari penyerapan, pengolahan, sampai penyaluran. Ini bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” katanya.

Pemerintah meyakini, dengan produksi yang terus meningkat serta sinergi lintas sektor yang solid, target serapan beras 4 juta ton pada 2026 bukan hanya realistis, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#mentan amran #swasembada pangan #serapan beras #kementerian pertanian (kementan) #Swasemba beras