RADARPAPUA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu capaian paling nyata dan membanggakan dari kerja pemerintahannya.
Menurut Presiden, keberhasilan pertanian bukan sekadar soal peningkatan produksi pangan, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa yang berdaulat dan percaya diri.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden menilai prestasi sektor pertanian memiliki makna strategis karena berpengaruh langsung terhadap martabat bangsa dan rasa percaya diri nasional.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kerja tim ekonomi dan tim pertanian patut diapresiasi. Ia menekankan pentingnya membangun mental bangsa yang percaya diri dan bangga terhadap prestasi sendiri, bukan bangsa yang merasa lemah atau selalu tertinggal dari negara lain.
Menurutnya, di setiap bidang kehidupan, Indonesia harus tampil sebagai bangsa yang kuat dan mandiri.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya.
Target besar swasembada beras yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, justru berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.
Presiden menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari keberanian pemerintah memangkas berbagai regulasi yang selama ini menghambat.
Salah satu terobosan terbesar adalah reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan klasik bagi petani.
Presiden menggambarkan rumitnya birokrasi di masa lalu, di mana distribusi pupuk harus melewati ratusan aturan dan belasan tanda tangan, sehingga pupuk sulit sampai ke tangan petani.
Pemerintah, kata Presiden, mengambil langkah tegas dengan menghapus 145 peraturan yang dinilai tidak masuk akal. Distribusi pupuk kini cukup melalui satu instruksi, dengan verifikasi sederhana di tingkat desa menggunakan kartu identitas. Kebijakan ini membuat pupuk bersubsidi benar-benar dirasakan langsung oleh petani di lapangan.
Dampak reformasi tersebut sangat signifikan. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional.
Bahkan, meski harga diturunkan, volume pupuk justru meningkat hingga 700 ribu ton, menandakan distribusi yang lebih tepat sasaran.
Keberhasilan pembenahan pupuk berimbas langsung pada sektor perberasan nasional. Presiden menyebut kondisi petani beras saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Produksi beras mencapai rekor tertinggi, cadangan nasional terjaga, dan kesejahteraan petani meningkat signifikan, tercermin dari nilai tukar petani yang melonjak dari 106 menjadi 125.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka.
Menurutnya, tidak masuk akal sebuah bangsa ingin berdiri tegak jika kebutuhan pangannya bergantung pada negara lain. Ketahanan pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan dan melindungi rakyat.
Menutup pernyataannya, Presiden berharap keberhasilan sektor pertanian dapat menjadi contoh bagi sektor lain. Ia menekankan pentingnya keberanian melakukan reformasi, konsistensi kebijakan, serta keberpihakan nyata kepada rakyat demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan