Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mentan Amran Susun Tim Baru Demi Petani Lebih Sejahtera dan Program Pangan Makin Ngebut

Prisilia Rumengan • Minggu, 8 Februari 2026 | 15:35 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman resmi melantik 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian, Jumat (6/2/2026), di Kantor Pusat Kementan, Jakarta.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan reformasi birokrasi sekaligus penguatan program strategis sektor pertanian nasional.

Dalam sambutannya, Amran menegaskan bahwa proses pengisian jabatan dilakukan melalui sistem meritokrasi berbasis kinerja, bukan kedekatan atau intervensi.

Ia menyebut mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi atas capaian kerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi.

“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras. Penilaian murni dari kinerja, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi,” ujar Amran di hadapan pejabat yang dilantik.

Menurutnya, restrukturisasi ini penting untuk menjawab tantangan ketahanan pangan nasional yang semakin kompleks.

Para pejabat baru diminta langsung bekerja cepat mengawal sejumlah agenda prioritas, mulai dari optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, hingga penguatan hilirisasi pertanian.

Amran secara khusus menekankan peran PPL sebagai ujung tombak di lapangan. Ia meminta pejabat daerah memastikan para penyuluh mendapat pembinaan, dukungan, dan koordinasi yang baik agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan petani.

“PPL adalah pasukan terdepan kita. Sampaikan inovasi dan kebijakan sampai ke pelosok desa. Mereka jembatan utama antara pemerintah dan petani,” katanya.

Ia juga mewajibkan pelaporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai indikator nyata peningkatan produksi. Evaluasi disiplin, lanjutnya, akan menjadi dasar penilaian kinerja pejabat.

Dalam kesempatan itu, Amran memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari perbaikan tata kelola keuangan Kementan dari opini WDP menjadi WTP, peningkatan produksi pangan, hingga kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas harga beras global.

“Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan dunia ikut turun. Artinya petani kita punya peran penting dalam ketahanan pangan global,” ujarnya.

Ke depan, Kementan menargetkan program yang lebih ambisius, seperti ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian serta distribusi pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi.

“Tidak boleh ada jual beli bantuan atau fee. Jika melanggar, akan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Menutup arahannya, Amran mengajak seluruh pejabat menjaga semangat kerja dan kekompakan demi kesejahteraan petani serta kedaulatan pangan nasional.

“Kita harus bekerja lebih baik dari kemarin. Amanah ini untuk negara dan petani Indonesia,” pungkasnya. (Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#mentan amran #kementerian pertanian #Pelantikan