Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Sidak Pasar Kebayoran Tegaskan Pengawasan Harga Ayam Selama Ramadan

Prisilia Rumengan • Selasa, 24 Februari 2026 | 08:10 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Kementerian Pertanian memastikan harga daging ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih berada dalam batas ketentuan pemerintah meski sempat muncul kabar lonjakan harga hingga Rp60 ribu pada awal Ramadan.

Kepastian ini diperoleh setelah dilakukan inspeksi mendadak atau sidak langsung ke lokasi untuk memverifikasi kondisi sebenarnya di lapangan.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, turun langsung berdialog dengan para pedagang.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah informasi simpang siur yang dapat memicu keresahan masyarakat, khususnya di momen Ramadan ketika kebutuhan bahan pangan meningkat.

“Begitu ada laporan harga naik sampai Rp60 ribu, kami langsung turun untuk memastikan. Kami tidak ingin ada informasi yang simpang siur dan meresahkan masyarakat. Setelah dicek, ternyata harga tersebut per ekor, bukan per kilogram,” ujar Makmun saat ditemui di sela-sela sidak, Jumat (20/2/2026).

Dalam pengecekan tersebut, Makmun tidak hanya menanyakan harga jual, tetapi juga menimbang langsung berat ayam yang diperdagangkan. Hasilnya, harga Rp60 ribu yang beredar di masyarakat merupakan harga per ekor dengan berat sekitar 1,5 kilogram.

Jika dikonversi, nilainya setara Rp40 ribu per kilogram, sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang telah ditetapkan pemerintah.

Bahkan, di lapangan ditemukan pedagang yang menjual ayam Rp70 ribu per ekor dengan berat mencapai 3 kilogram. Jika dihitung, harga per kilogramnya sekitar Rp35 ribu, masih berada di bawah HAP Rp40 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa pada hari kedua Ramadan, penjualan justru cenderung menurun dibandingkan menjelang puasa dan hari pertama Ramadan.

“Hari kedua Ramadan ini pembeli agak sepi, tidak seperti menjelang puasa dan hari pertama yang ramai sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada hari biasa harga ayam berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per ekor dengan berat rata-rata 1,5 kilogram. Artinya, harga per kilogramnya berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp37 ribu, masih dalam batas wajar.

Makmun menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga daging ayam selama Ramadan. Ia mengingatkan pedagang agar tidak mengambil margin berlebihan yang dapat membebani masyarakat.

Jika ditemukan pemasok atau perusahaan yang menjual dengan harga tinggi kepada pedagang, pihaknya meminta agar segera dilaporkan ke Kementerian Pertanian atau Satgas Pangan untuk ditindaklanjuti.

Pada hari yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga melakukan sidak di Pasar Kebayoran.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mencoba memainkan harga selama Ramadan.

“Kepada seluruh saudaraku, sahabatku, pengusaha, tolong jangan main-main di bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Menurutnya, setiap laporan kenaikan harga langsung dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum, termasuk melibatkan jajaran kepolisian dari Mabes Polri hingga Kapolres setempat. Ia memastikan langkah tegas akan diambil jika ditemukan pelanggaran.

Dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berharap harga ayam tetap stabil, masyarakat tenang, dan kebutuhan pangan selama Ramadan dapat terpenuhi tanpa gejolak harga.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#sidak pasar #mentan amran #harga daging ayam