Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Surplus Beras Tembus 6 Juta Ton dan Harga Tetap Terkendali Indonesia Sambut Idulfitri 2026 dengan Optimisme

Prisilia Rumengan • Selasa, 3 Maret 2026 | 09:59 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Pemerintah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan data Neraca Pangan dan proyeksi produksi hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis nasional berada pada posisi surplus.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring panen raya dan tren kenaikan produksi yang mencapai sekitar 15 persen hingga Maret 2026.

“Kalau tren ini bertahan sampai akhir bulan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka. Kalau konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus bisa mencapai sekitar 9 juta ton. Kami pastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus dan sangat kuat menjaga stabilitas pasokan serta harga di masyarakat,” ujar Amran, Senin (02/03/2026).

Selain beras, komoditas lain juga menunjukkan kinerja positif. Jagung mencatat ketersediaan 10,751 juta ton dengan kebutuhan 5,899 juta ton atau surplus 4,852 juta ton. Gula konsumsi surplus 595 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan cabai rawit 105 ribu ton.

“Insyaallah jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita surplus untuk komoditas utama. Beras cukup, jagung cukup, gula cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Bahkan, beberapa komoditas telah masuk kategori ekspor. Minyak goreng tercatat surplus 3,556 juta ton, daging ayam 728 ribu ton, telur ayam 349 ribu ton, serta bawang merah 57 ribu ton. Menurut Amran, capaian ini menjadi bukti produksi dalam negeri semakin kuat dan mampu menopang kebutuhan nasional sekaligus membuka peluang pasar ekspor.

Ia menambahkan, pengawalan produksi dan distribusi terus dilakukan hingga tingkat lapangan. Penyuluh pertanian telah dikerahkan untuk memastikan proses tanam, panen, dan distribusi berjalan lancar menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Stok ada, produksi jalan, distribusi kita kawal. Target kita sederhana, Lebaran tenang, harga stabil, masyarakat tersenyum,” ujarnya.

Sebagai barometer harga nasional, kondisi pasokan di Jakarta turut menjadi perhatian. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan stok kebutuhan pokok di ibu kota dalam kondisi lebih dari cukup.

“Menjelang Idulfitri, kebutuhan utama seperti cabai keriting, daging, dan beras stoknya lebih dari cukup,” kata Pramono usai menghadiri JIS Ramadan Fest 2026 di Jakarta Utara.

Ia mengakui komoditas daging selama ini kerap menjadi perhatian setiap menjelang Lebaran. Namun tahun ini, situasinya dinilai terkendali. Berdasarkan pemantauan di pasar-pasar utama Jakarta, belum terjadi lonjakan harga signifikan.

Sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stok pangan, stabilitas harga, dan pengendalian inflasi dinilai menjadi kunci kesiapan menghadapi momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemerintah optimistis masyarakat dapat menjalani Lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#mentan amran #Andi Amran Sulaiman #Ramadan #Idul Fitri #Beras