Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Antisipasi Kekeringan dan El Nino Pemerintah Perkuat Produksi Padi Agar Pangan Indonesia Tetap Aman

Prisilia Rumengan • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:19 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026, ketersediaan pangan khususnya beras dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada Jumat (6/3/2026), Mentan Amran menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan, terutama beras. Data pemerintah menunjukkan stok beras nasional berada dalam kondisi yang sangat aman.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok beras pemerintah yang dikelola Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau tanaman padi yang siap panen sebesar 11,73 juta ton.

Selain stok yang tersedia, produksi beras nasional juga menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton. Produksi bulanan bahkan dapat mencapai antara 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi nasional yang berada di kisaran 2,59 juta ton per bulan.

Menurut Amran, tingginya produksi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional tetap tangguh meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” jelasnya.

Di sisi lain, cadangan beras pemerintah yang disimpan oleh BULOG juga terus mengalami peningkatan. Saat ini stok BULOG telah mencapai sekitar 3,7 juta ton dan diperkirakan akan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya panen raya di sejumlah daerah.

“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini tentu akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” tambahnya.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim global. Salah satu strategi utama adalah program pompanisasi untuk lahan pertanian.

Amran menjelaskan bahwa tahun lalu pemerintah telah melakukan pompanisasi untuk lahan seluas 1,2 juta hektare. Pada tahun ini, pemerintah kembali menambah pompanisasi untuk sekitar 1 juta hektare lahan pertanian. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare dan tahun ini kita tambah lagi agar produksi tetap terjaga,” ungkapnya.

Tidak hanya beras, kondisi komoditas pangan lainnya seperti ayam dan telur juga dilaporkan berada dalam kondisi surplus. Hal ini semakin memperkuat stabilitas pangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman. Bahkan, harga pupuk saat ini tercatat mengalami penurunan sekitar 20 persen. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan motivasi petani untuk terus menanam dan meningkatkan produksi pertanian.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini tetap stabil meskipun dunia sedang menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan.

Selain program pompanisasi, pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa yang telah direhabilitasi. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk tetap menghasilkan padi meskipun terjadi musim kering di beberapa wilayah.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis produksi pangan nasional dapat terus terjaga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#mentan amran #kementerian pertanian #pangan #pemerintah #pangan indonesia