Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Indonesia Ekspor Beras Perdana 2.280 Ton ke Arab Saudi Rektor Perbanas Sebut Bukti Swasembada Pangan Terkuat Sepanjang Sejarah

Prisilia Rumengan • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:32 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Keberhasilan pemerintah Indonesia mengekspor beras perdana sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan pengamat pertanian. Ekspor ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa produksi beras nasional telah mencapai tingkat swasembada yang kuat sekaligus berkelanjutan.

Rektor Perbanas Institute, Prof. Hermanto Siregar, menilai pencapaian tersebut tidak lepas dari peningkatan produksi beras nasional yang signifikan sepanjang periode 2025 hingga 2026. Menurutnya, kinerja sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

“Produksinya luar biasa bagus. Swasembada tahun ini merupakan yang terkuat sepanjang sejarah, dan stok beras pemerintah telah mencapai 4,2 juta ton,” ujar Hermanto saat memberikan keterangan, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan produksi tersebut bahkan menghasilkan surplus beras sekitar 17 juta ton pada tahun ini. Angka tersebut menjadi surplus terbesar yang pernah dicatatkan Indonesia sejak negara ini berupaya memperkuat kemandirian pangan.

Menurut Hermanto, kondisi produksi dan cadangan beras yang kuat membuat Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memperluas peran di pasar internasional. Ekspor beras ke Arab Saudi menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kembali beras Indonesia di pasar global.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada beras tidak boleh berhenti pada angka produksi semata. Pemerintah perlu memastikan bahwa peningkatan produksi tersebut benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.

“Ini yang kita tunggu, sehingga ke depan apa yang dilakukan petani benar-benar bisa kembali ke petani. Harus ada dampak nyata terhadap pemasukan dalam negeri dan kesejahteraan para petani,” tegasnya.

Hermanto menambahkan, momentum ekspor ini harus dijaga melalui kebijakan yang konsisten, penguatan sistem distribusi pangan, serta pengelolaan stok yang baik. Dengan langkah tersebut, swasembada beras Indonesia diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pandangan serupa disampaikan oleh pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi. Ia menilai ekspor beras ke Arab Saudi memiliki arti strategis dalam perjalanan swasembada pangan Indonesia.

Menurut Prima, keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi beras nasional bukanlah pencapaian sementara. Program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.

“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” kata Prima.

Ia juga menyoroti bahwa langkah ekspor tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah. Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai negara dengan produksi pangan yang stabil.

Prima menilai ekspor beras memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan nasional sekaligus keseimbangan perdagangan. Selama pasokan dalam negeri tetap terjaga, ekspor dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global.

“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” jelasnya.

Ke depan, para ahli berharap keberhasilan ekspor beras ini dapat terus dipertahankan melalui kebijakan pertanian yang konsisten, peningkatan produktivitas, serta perlindungan terhadap kesejahteraan petani sebagai pelaku utama dalam sistem pangan nasional.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#kementerian pertanian #rektor #ekspor beras #Arab Saudi #perbanas