RADARPAPUA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat terhadap berbagai masukan dari pelaku distribusi pangan di pasar rakyat.
Hal itu terlihat dalam pertemuannya dengan jajaran Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi para pelaku pasar rakyat untuk menyampaikan aspirasi terkait sistem distribusi pangan nasional.
Salah satu isu utama yang disampaikan adalah perlunya penguatan kembali peran koperasi pedagang pasar dalam mendukung kelancaran distribusi bahan pangan ke masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa jaringan distribusi pangan harus diperkuat hingga ke tingkat pasar rakyat.
Menurutnya, koperasi pedagang pasar memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan pedagang kecil dan konsumen sehari-hari.
“Distribusi pangan harus berjalan lancar sampai ke pasar rakyat. Koperasi pedagang pasar memiliki jaringan luas dan pengalaman dalam membantu pedagang di lapangan,” ujar Mentan Amran dalam pertemuan tersebut.
Sekretaris Umum Inkoppas, Andrian Lamemuhar, menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah.
Salah satunya adalah agar koperasi pedagang pasar kembali dilibatkan secara langsung dalam mekanisme distribusi pangan dari Badan Usaha Milik Negara.
Menurut Andrian, keterlibatan koperasi sangat penting karena banyak pedagang pasar yang memiliki keterbatasan modal untuk membeli barang secara langsung dari distributor.
Dalam kondisi tersebut, koperasi selama ini menjadi penghubung yang membantu pembiayaan pedagang sehingga distribusi barang dapat berjalan lebih cepat.
“Sekarang karena diarahkan langsung ke pengecer, anggota kami agak kesulitan. Pengecer belum tentu memiliki modal untuk membeli barang dalam jumlah besar. Biasanya mereka kembali mencari bantuan dari koperasi,” jelas Andrian.
Ia menambahkan bahwa pada masa sebelumnya koperasi pedagang pasar pernah memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Saat itu, koperasi dapat mengambil pasokan langsung dari Perum Bulog, kemudian mendistribusikannya ke pasar sehingga pasokan tetap tersedia dan harga bisa lebih terkendali.
Inkoppas sendiri saat ini membawahi lebih dari 2.000 koperasi pedagang pasar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Jaringan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat distribusi pangan nasional sekaligus membantu pedagang kecil mendapatkan akses pasokan yang lebih stabil.
Menanggapi masukan tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah cepat. Dalam pertemuan itu, ia segera menghubungi Direktur Utama Bulog untuk membahas kemungkinan penyesuaian mekanisme distribusi agar koperasi pedagang pasar dapat kembali dilibatkan.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari pihak Inkoppas. Andrian mengaku terkesan dengan kecepatan Mentan Amran dalam menindaklanjuti usulan yang disampaikan.
“Pak Menteri luar biasa. Responsnya cepat sekali. Baru kali ini saya melihat seorang menteri yang begitu cepat menindaklanjuti masukan dari kami,” ujarnya.
Ia juga menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasar rakyat.
Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, Bulog, dan koperasi pedagang pasar, distribusi pangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Kolaborasi tersebut juga diyakini mampu memastikan pasokan pangan dapat menjangkau masyarakat dengan lebih cepat dan efisien, sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan