Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pemerintah Pastikan Harga Cabai Terkendali Seiring Panen Raya di Sentra Produksi Utama Indonesia

Prisilia Rumengan • Senin, 23 Maret 2026 | 11:06 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga stabilitas pangan nasional mulai menunjukkan hasil nyata, terutama pada komoditas cabai yang selama ini kerap bergejolak. Melalui peningkatan produksi dan penguatan distribusi, harga cabai kini berangsur stabil dan lebih terjangkau di berbagai daerah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga di pasar. Menurutnya, langkah konkret yang dilakukan di lapangan bertujuan agar masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga wajar.

“Fokus kami adalah memastikan pasokan pangan cukup, harga di tingkat konsumen tetap terkendali, dan sesuai dengan harga acuan pemerintah. Dengan langkah nyata, masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya,” ujar Amran.

Di tingkat pasar, kondisi ini mulai dirasakan oleh para pelaku usaha. Mbah Yono, pedagang cabai di Pasar Pare, Kediri, mengungkapkan bahwa harga cabai, khususnya cabai rawit merah, mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

“Harga cabai rawit merah sekarang sekitar Rp57.000 per kilogram. Sebelumnya sempat lebih tinggi dari harga acuan,” jelasnya.

Penurunan harga ini juga dirasakan di tingkat petani. Sumarna, petani cabai dari Garut, Jawa Barat, menyebut harga cabai rawit merah di tingkat produsen kini berada di kisaran Rp55.000 per kilogram. Ia menilai kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi saat masa panen.

“Panen sedang tinggi, jadi pasokan bertambah dan harga mulai turun,” katanya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Hortikultura, kondisi produksi cabai pada Maret menunjukkan surplus yang signifikan. Cabai rawit merah diperkirakan surplus hingga 46.868 ton, sementara cabai besar mencapai 8.282 ton. Produksi melimpah ini menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga cabai di pasar.

Surplus pasokan tersebut berasal dari sejumlah sentra produksi utama seperti Garut, Blitar, dan Magelang yang saat ini memasuki masa panen raya. Kondisi ini membantu memenuhi kebutuhan pasar, terutama menjelang peningkatan permintaan saat hari besar keagamaan.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Nasional, Ardhy, menilai momentum panen ini sangat penting untuk memperkuat stabilitas harga dan distribusi. Ia menyebut petani siap mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar.

“Pasokan saat ini sangat cukup, bahkan surplus. Kami siap memperluas distribusi agar harga tetap stabil,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Juhara, pelaku usaha cabai, yang menilai kondisi ini memberi peluang bagi petani untuk meningkatkan jangkauan pasar sekaligus menjaga kestabilan harga.

Dari sisi konsumen, kebijakan Kementan juga mendapat respons positif. Program distribusi langsung dari petani ke konsumen dinilai mampu memotong rantai pasok, sehingga harga menjadi lebih terjangkau, terutama di wilayah seperti Jakarta.

Direktur Jenderal Hortikultura, Muh. Taufiq Ratule, menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha. Ia menyebut sistem produksi dan distribusi kini semakin solid.

“Produksi yang meningkat mampu mengimbangi permintaan yang naik, terutama menjelang hari besar keagamaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat konektivitas distribusi agar pasokan cabai tetap lancar hingga ke pasar utama.

Dengan kondisi produksi yang stabil dan distribusi yang semakin efisien, pemerintah optimistis harga cabai dapat terus dijaga. Upaya ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani tetap terjamin.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#cabai #kementerian pertanian #Pertanian #harga cabai