Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mentan Amran Ungkap Hilirisasi Bisa Lipatgandakan Nilai Ekonomi dan Sejahterakan Petani Indonesia

Prisilia Rumengan • Senin, 30 Maret 2026 | 08:41 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai strategi utama dalam memperkuat ekonomi nasional, ketahanan pangan, serta kemandirian energi Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Makassar.

Dalam forum yang dihadiri pengusaha dari dalam dan luar negeri itu, Mentan Amran menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Menurutnya, pengolahan komoditas hingga ke tahap hilir akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian dalam negeri.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit, dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi. Selama ini, komoditas tersebut masih banyak diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi, sehingga keuntungan maksimal justru dinikmati negara lain.

“Hilirisasi adalah kunci. Kelapa misalnya, jika diolah menjadi virgin coconut oil, santan, atau produk turunan lainnya, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat. Bahkan air kelapa yang sederhana bisa bernilai tinggi di pasar internasional karena pengemasan yang baik,” ujar Mentan Amran dalam wawancara di sela kegiatan.

Ia juga menyoroti komoditas gambir, di mana Indonesia menguasai sekitar 80 persen pasar dunia. Namun, karena masih diekspor dalam bentuk setengah jadi, potensi nilai ekonominya belum optimal. Menurutnya, jika dilakukan hilirisasi secara serius, nilai tambah dari gambir bisa mencapai skala yang sangat besar.

Selain itu, sektor kelapa sawit juga dinilai memiliki kekuatan strategis. Dengan penguasaan lebih dari 60 persen produksi minyak sawit mentah dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk mendominasi pasar global melalui produk turunan seperti margarin, kosmetik, dan bahan industri lainnya.

Mentan Amran menegaskan, kebijakan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan menuju swasembada pangan dan kemandirian energi tidak selalu berjalan mulus. Ada tantangan, termasuk pihak-pihak yang tidak mendukung ketika Indonesia mulai mengurangi impor dan memperkuat produksi dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan program strategis tersebut. “Kami akan terus mendorong hilirisasi dan swasembada. Ini adalah masa depan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Keberhasilan Indonesia dalam sektor pangan juga disebut telah memberikan dampak global. Salah satunya adalah penurunan harga beras dunia yang terjadi seiring berkurangnya impor beras oleh Indonesia. Bahkan, Indonesia yang sebelumnya mengimpor hingga jutaan ton beras kini mampu menekan angka tersebut hingga nol.

Capaian ini turut mendapat pengakuan internasional, termasuk penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) selama dua tahun berturut-turut. Pengakuan tersebut mendorong sejumlah negara untuk belajar langsung ke Indonesia terkait sistem ketahanan pangan.

“Banyak negara datang untuk belajar karena melihat bukti nyata yang kita capai,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Mentan Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan sektor yang sangat krusial. Ia mengingatkan bahwa krisis pangan dapat berdampak luas hingga memicu krisis sosial dan politik.

Karena itu, hilirisasi, swasembada pangan, dan kemandirian energi menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas dan masa depan Indonesia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#mentan amran #Pertanian #hilirisasi #Pertemuan Saudagar Bugis Makassar