Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kolaborasi Pemerintah dan Petani Buahkan Rekor Baru Stok Beras Nasional

Prisilia Rumengan • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:39 WIB

(Credit: pertanian.go.id)
(Credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Kementerian Pertanian mencatat capaian bersejarah dengan stok beras nasional yang menembus angka 4,3 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai rapat hilirisasi bersama BUMN pangan di Jakarta.

Dalam keterangannya, Mentan Amran menegaskan bahwa angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang berada di kisaran 4,2 juta ton. Bahkan, pemerintah optimistis stok beras nasional masih akan terus meningkat dalam waktu dekat.

“Ini tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan bulan depan kita perkirakan bisa mencapai 5 juta ton,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, lonjakan stok beras ini memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga pangan, khususnya selama bulan Ramadan. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras tahun ini relatif terkendali dan tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi seperti yang terjadi dalam satu hingga dua dekade terakhir.

“Ramadan tahun ini harga beras terkendali dan tidak memberikan tekanan terhadap inflasi,” jelasnya.

Dengan meningkatnya stok beras, pemerintah juga menghadapi tantangan baru terkait kapasitas penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang nasional berada di angka sekitar 3 juta ton. Untuk mengantisipasi kelebihan stok, pemerintah mengambil langkah strategis dengan menyewa tambahan gudang berkapasitas hingga 2 juta ton.

Di sisi lain, pemerintah tidak hanya fokus pada sektor pangan, tetapi juga mempercepat hilirisasi pertanian melalui pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Salah satu program utama yang tengah dijalankan adalah implementasi biodiesel B50 sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil.

“Ini bagian dari upaya menuju kemandirian energi. Tahun ini kita tidak impor solar karena sudah digantikan biofuel dari sawit,” tegas Amran.

Direktur Utama Perum Bulog turut mengungkapkan bahwa tren peningkatan stok beras masih terus berlangsung. Hingga akhir Maret, stok telah mencapai 4,3 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 4,5 juta ton. Tingginya serapan gabah menjadi faktor utama kenaikan tersebut.

“Dari Januari hingga Maret, penyerapan mencapai 1,3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah untuk periode tiga bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis, seperti beras dan jagung pakan, serta surplus pada produksi ayam dan telur. Ia menilai capaian ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan petani.

Lebih lanjut, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan bioetanol melalui program E20, yakni campuran 20 persen etanol dalam bensin yang bersumber dari komoditas pertanian seperti jagung, ubi, dan tebu. Program ini diharapkan menjadi langkah besar menuju kemandirian energi nasional.

Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menegaskan kesiapan BUMN untuk menjadi motor penggerak dalam transformasi sektor pangan dan energi. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global.

Di sisi lain, capaian sektor pertanian juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto tercatat mencapai 5,7 persen, tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Selain itu, harga pupuk juga mengalami penurunan hingga 20 persen, sehingga membantu petani menekan biaya produksi.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, BUMN, dan petani, sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian energi nasional di tengah dinamika global.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#kementerian pertanian #Petani #stok beras nasiona #stok beras #kolaborasi #pemerintah