Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Papua Jadi Fokus Kolaborasi RI–China, Dari SMK hingga Riset Pertanian

Tina Mamangkey • Rabu, 29 April 2026 | 05:30 WIB
Mentrans M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) tampak memberikan keterangan pers bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kedua dari kiri) dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong (kanan) setelah peluncuran buku “Xi Jinping: The Governance of China (Volume V)” edisi Bahasa Inggris di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Antara/Uyu Septiyati Liman)
Mentrans M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) tampak memberikan keterangan pers bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kedua dari kiri) dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong (kanan) setelah peluncuran buku “Xi Jinping: The Governance of China (Volume V)” edisi Bahasa Inggris di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Antara/Uyu Septiyati Liman)

 

RADARPAPUA - Kolaborasi antara Indonesia dan China terus diperluas, kali ini menyasar pengembangan wilayah Papua melalui sektor pertanian dan pendidikan.

Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bersama Pemerintah China tengah merancang berbagai program strategis guna mendorong kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut adalah pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Merauke.

Kehadiran fasilitas pendidikan ini diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

"Pendidikan itu juga bisa menjadi pintu untuk penyediaan lapangan kerja, yang pada akhirnya outcome-nya (hasilnya) adalah pengentasan kemiskinan,”)" kata Iftitah saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa.

Selain sektor pendidikan, kerja sama ini juga mencakup pembangunan pusat riset dan pengembangan komoditas pertanian, terutama padi.

Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan varietas unggul dengan produktivitas tinggi, yakni mencapai 6 hingga 8 ton per hektare.

Langkah ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi angka kemiskinan.

"(Swasembada pangan) ini juga nanti akan ujungnya adalah kepada pengentasan kemiskinan," ujar Iftitah.

Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini.

Berdasarkan data per September 2025, jumlah penduduk miskin ekstrem mengalami penurunan signifikan dari 3,56 juta jiwa menjadi 2,2 juta jiwa. Artinya, sekitar 1,36 juta orang telah berhasil meningkatkan taraf hidupnya.

"Ini salah satu bukti Presiden Prabowo Subianto dalam 1,5 tahun masa pemerintahannya fokus sekali dengan masalah pengentasan kemiskinan," ujar Iftitah.

Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, yang menyebut angka kemiskinan ekstrem terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

"Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem Alhamdulillah telah naik kelas," kata Muhaimin.

Menurutnya, capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui kerja sama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Program ini juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional, termasuk Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Dengan adanya kerja sama internasional ini, Papua diharapkan tidak hanya berkembang di sektor pendidikan dan pertanian, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur. (an)

Editor : Tina Mamangkey
#Kementerian Transmigrasi #pertanian dan pendidikan #kolaborasi #Rian Ibram #China