RADARPAPUA - Sebuah langkah penting menuju terciptanya keamanan dan perdamaian di wilayah Papua Pegunungan kembali terjadi.
Delapan orang yang sebelumnya tergabung dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI/NK secara resmi menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Acara penerimaan tersebut digelar pada Rabu (10/6) dan menjadi simbol kembalinya para mantan anggota KKB ke tengah masyarakat serta komitmen mereka untuk ikut membangun daerah secara damai.
Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menjelaskan bahwa proses penerimaan kembali delapan mantan anggota KKB dilakukan melalui sejumlah tahapan sebagai bentuk kesungguhan mereka untuk kembali menjadi bagian dari NKRI.
"Memang telah dilakukan upacara penerimaan kembali delapan orang mantan KKB di Kiwirok, ke dalam pangkuan Ibu Pertiwi dengan ditandai menyerahkan Bendera Bintang Kejora, menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, mencium Bendera Merah Putih, serta menyerahkan senjata yang mereka dimiliki," kata Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto di Jayapura, Kamis.
Menurut Brigjen Riyanto, upacara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu perwakilan TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pendeta, serta warga Kiwirok.
Ia menilai kembalinya delapan mantan anggota KKB merupakan kabar baik yang patut disyukuri bersama.
Momen tersebut diharapkan menjadi awal yang positif bagi terciptanya situasi yang semakin aman dan kondusif di wilayah Pegunungan Bintang.
Selain itu, mereka yang telah kembali ke NKRI diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah serta menjaga stabilitas keamanan bersama masyarakat lainnya.
"Mari kita bergandengan tangan membangun Tanah Papua bersama-sama dan l TNI siap mendampingi masyarakat mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera," kata Brigjen TNI Riyanto.
Sementara itu, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berupaya menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi yang semakin kondusif membuat masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.
Pemerintah Distrik Kiwirok bersama masyarakat juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses pemulihan dan pembangunan wilayah.
Upaya tersebut tidak hanya difokuskan di Kiwirok, tetapi juga mencakup 12 kampung yang berada dalam wilayah distrik tersebut.
Kembalinya delapan mantan anggota KKB ke NKRI menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Papua, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kiwirok dan sekitarnya. (ant)
Editor : Tina Mamangkey