RADARPAPUA - Situasi keamanan di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mulai berangsur kondusif setelah kerusuhan massa yang menyebabkan sejumlah fasilitas pemerintah dibakar pada Selasa (11/8).
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan kembali meluas, Polda Papua Tengah mengerahkan tambahan personel Brimob ke wilayah tersebut.
Sebanyak 20 personel Brigade Mobil (Brimob) Batalyon B di Timika diberangkatkan menuju Ilaga untuk membantu pengamanan pascakerusuhan.
Kabid Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika mengatakan pengerahan personel dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat pengamanan di tengah situasi yang sebelumnya sempat memanas.
"Polda Papua Tengah tadi pagi memberangkatkan 20 personel Brimob Yon B Mimika untuk membantu pengamanan setelah terjadi keributan kemarin," kata Made Suartika.
Menurut Made, kondisi keamanan di Kabupaten Puncak saat ini sudah mulai menunjukkan perkembangan positif dan berangsur kondusif.
Meski demikian, aparat tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan susulan.
Kerusuhan di Ilaga terjadi pada Selasa (11/8) ketika sedang berlangsung proses penyaluran Dana Desa tahap I reguler 2026.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab massa kemudian melakukan aksi pembakaran.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes dalam laporannya menjelaskan bahwa aparat masih menyelidiki pemicu amuk massa tersebut. Ia menyebut proses penyaluran Dana Desa tengah berlangsung sebelum kerusuhan terjadi.
“Penyebab pasti massa melakukan pembakaran masih kami dalami. Hanya saja, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran Dana Desa tahap I reguler,” jelas Ximenes.
Proses penyaluran Dana Desa tahap I reguler 2026 tersebut kemudian selesai sekitar pukul 17.40 WIT. Setelah itu, sekelompok massa mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Puncak yang berada di Ilaga.
Bupati Puncak Elvis Tabuni kemudian tiba di lokasi untuk menemui massa. Bupati berupaya berkomunikasi dan meredakan situasi yang mulai berkembang di lokasi tersebut.
Namun, kondisi kemudian berubah menjadi semakin tegang. Sekitar pukul 18.45 WIT, massa yang tidak puas mulai melakukan pembakaran terhadap fasilitas pemerintah.
Aksi tersebut awalnya menyasar Kantor PMK Kabupaten Puncak. Pembakaran kemudian berlanjut ke sejumlah fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Puncak lainnya.
Beberapa fasilitas pemerintah yang turut menjadi sasaran pembakaran antara lain Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.
Sebuah kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang saat itu sedang terparkir di halaman Kantor Bupati Puncak juga ikut dibakar oleh massa.
Aparat keamanan kemudian memperkuat pengamanan di sejumlah titik untuk mencegah situasi berkembang lebih luas.
Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Polsek Ilaga disiagakan di kawasan perempatan alun-alun, tepatnya di depan Polsek Ilaga.
Selain itu, personel Satgas Tindak ODC juga turut disiagakan untuk membantu menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Sekitar 40 personel yang dipimpin Kasat Sabhara bersama sejumlah tokoh masyarakat kemudian turun memberikan imbauan kepada massa.
Mereka meminta massa membubarkan diri dan tidak melanjutkan aksi yang dapat kembali mengganggu keamanan serta merusak fasilitas umum.
Dengan tambahan 20 personel Brimob dari Batalyon B Mimika, pengamanan di Ilaga kini diperkuat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, kepolisian masih mendalami penyebab kerusuhan dan rangkaian peristiwa yang berujung pada pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah. (ant)
Editor : Tina Mamangkey