RADARPAPUA.ID- Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengindikasikan bahwa pembahasan terkait perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk PT Freeport Indonesia (PTFI) masih dalam tahap proses dan diharapkan akan segera diselesaikan. Freeport Indonesia dijadwalkan akan diberikan perpanjangan izin usaha hingga tahun 2061, setelah kontraknya berakhir pada tahun 2041.
Perpanjangan ini akan sejalan dengan revisi Peraturan Pemerintah No. 96 Tahun 2021 mengenai kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, yang juga akan mengakibatkan peningkatan kepemilikan saham pemerintah di PTFI sebesar 10%.
Baca Juga: 5 Zodiak Paling Toxic, Sosok yang Sulit Melupakan Luka Masa Lalu hingga Mengabaikan Orang Lain
Menurut Bahlil, perpanjangan IUP ini penting karena produksi PTFI diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2031, dan cadangan tembaga di tambang dapat habis pada tahun 2040. Oleh karena itu, langkah-langkah eksplorasi harus dimulai secepatnya, namun hal ini memerlukan kepastian usaha dalam bentuk IUP. Bahlil menjelaskan bahwa eksplorasi tambang bawah tanah memerlukan waktu yang cukup lama, dan tanpa perpanjangan, operasi PTFI berisiko untuk berhenti pada tahun 2040.
Sebelumnya, dalam pertemuan di Istana Merdeka, Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI, bersama dengan Richard Adkerson, Direktur Utama Freeport McMoran Inc, dan Kathleen Quirk, Dewan Komisaris PT Freeport Indonesia, bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut membahas perkembangan rencana hilirisasi pertambangan PT Freeport Indonesia, meskipun tidak ada pembicaraan tentang perpanjangan izin ekspor tembaga antara Freeport dan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Temukan Teman Curhat Terbaik Berdasarkan Zodiak, 7 Zodiak yang Paling Jago Jaga Rahasia
Bahlil juga menyarankan agar keran ekspor Freeport Indonesia tetap dibuka untuk mencegah kehilangan potensi penerimaan negara senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 31,7 triliun. Meskipun pemerintah telah menutup keran ekspor konsentrat tembaga sejak Juni 2023, PTFI masih diberikan keistimewaan untuk terus mengekspor sejumlah konsentrat tembaga hingga Mei 2024.
Bahlil menekankan bahwa izin ekspor PTFI seharusnya tetap dibuka karena smelter PTFI diharapkan akan selesai pada bulan depan. Namun, proses produksi smelter tidak akan langsung mencapai kapasitas penuh, dan diharapkan akan berjalan secara bertahap hingga Desember 2024. (*)