Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Wah! Freeport Ungkap Cadangan 6 Juta Ounce Emas Di Bawah Tanah Papua

Fandy Gerungan • Kamis, 2 Mei 2024 | 15:59 WIB
freeport indonesia
freeport indonesia

RADARPAPUA.ID- PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan tambang bawah tanah jangka panjang di distrik Grasberg, Papua Tengah, yang disebut Kucing Liar. Menurut laporan kinerja kuartal I/2024 Freeport-McMoRan Inc. (FCX), diproyeksikan bahwa deposit Kucing Liar akan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounce emas antara tahun 2029 dan akhir 2041.

Untuk memperpanjang umur proyek ini, perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah 2041 dianggap penting. Tahap pengembangan pra-produksi Kucing Liar telah dimulai pada 2022 dan diperkirakan akan berlanjut selama sekitar 10 tahun dengan investasi modal rata-rata sekitar US$400 juta per tahun.

Baca Juga: Kontribusi Signifikan, Smelter PTFI Berpotensi Memproduksi 50 Ton Emas Batangan Per Tahun

Tambang ini diestimasi dapat memproduksi sekitar 90.000 metrik ton bijih per hari saat beroperasi penuh dan secara tahunan diperkirakan dapat menghasilkan 560 juta pound tembaga dan 520.000 ounce emas, memberikan keuntungan berkelanjutan bagi PTFI dalam skala besar.

Pengembangan Kucing Liar diharapkan mendapat manfaat dari infrastruktur bersama yang substansial, sambil berencana untuk beralih dari batu bara ke gas alam cair sebagai sumber energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di kawasan pertambangan Grasberg.

Baca Juga: Diungkap Bahlil, Ijin Usaha Freeport Bakal Diperpanjang Hingga 2061

PTFI juga merencanakan investasi pada fasilitas siklus gabungan berbahan bakar gas baru dengan belanja modal diperkirakan mencapai US$1 miliar selama 4 tahun mendatang, yang merupakan tambahan biaya sebesar US$0,4 miliar dibandingkan dengan investasi yang telah direncanakan sebelumnya untuk memperbaharui unit-unit batu bara yang ada. (*)

 
 
 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#IUPK #Grasberg #Freeport