RADARPAPUA.ID- ExxonMobil telah menyelesaikan pembelian Pioneer Natural Resources senilai US$ 60 miliar atau lebih dari Rp 950 triliun. Perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat ini telah menerima izin dari Federal Trade Commission (FTC) untuk transaksi tersebut. Pada Oktober 2023, Exxon pertama kali mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi Pioneer dengan nilai saham senilai US$ 59,3 miliar.
Baca Juga: Kisah Heroik Kapolda Papua: Menembus Malam Gelap Demi Masa Depan Anak Papua!
Menurut Exxon, akuisisi ini akan menggandakan produksi mereka di Permian Basin. "Pioneer adalah pemimpin di Permian dengan aset yang unik dan tenaga ahli dalam industri ini," kata Chairman dan CEO Exxon, Darren Woods, dalam sebuah pernyataan saat itu. Dia juga menekankan bahwa penggabungan kedua perusahaan akan menciptakan nilai jangka panjang yang lebih besar daripada jika keduanya beroperasi secara terpisah.
Saat ini, Pioneer memiliki nilai pasar sekitar US$ 50 miliar dan merupakan produsen minyak terbesar ketiga di cekungan Permian, setelah Chevron Corp. dan ConocoPhillips. Cekungan Permian menjadi fokus utama industri energi AS karena biaya ekstraksi minyak dan gas yang relatif rendah.
Baca Juga: Rahasia Terungkap! Penemuan Sensasional: Harta Karun 22.000 Koin Romawi Bernilai Miliaran!
Meskipun Exxon mencatat rekor produksi sekitar 620.000 barel minyak setara per hari (boepd) di Permian pada kuartal kedua, jumlah ini masih di bawah produksi rata-rata Pioneer yang mencapai 711.000 boepd pada periode yang sama. Exxon, dengan nilai pasar sebesar US$ 436 miliar, adalah produsen minyak terbesar di AS dengan rata-rata produksi global sekitar 3,8 juta boepd.
Namun, pendapatan dan keuntungan perusahaan telah mengalami penurunan sejak 2023 akibat lonjakan harga energi pasca-invasi Rusia ke Ukraina, yang memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global dan menekan permintaan bahan bakar. Pada 2022, Exxon mencatatkan pendapatan sebesar US$ 55,7 miliar dan keuntungan bersih sebesar US$ 29,6 miliar, tetapi angka tersebut mengalami penurunan pada tahun berikutnya.(*)