Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fokus Pada Keberlanjutan, MGRO Operasikan Proyek Agroindustri Sawit Terpadu di Riau

Fandy Gerungan • Selasa, 4 Juni 2024 | 15:23 WIB

Perusahaan Sawit PT. Mahkokta Grup
Perusahaan Sawit PT. Mahkokta Grup

RADARPAPUA.ID-Mahkota Group, melalui anak usahanya PT Intan Sejati Andalan (ISA), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan meluncurkan "Green Project" di Kawasan Agroindustri Terpadu dan Berkelanjutan Duri 13, Riau.

Proyek ini menandakan langkah awal Mahkota Group dalam mengantarkan kawasan tersebut menjadi ekosistem pengolahan kelapa sawit yang terintegrasi dan berkelanjutan, menggabungkan bisnis, konsep berkelanjutan, efisiensi energi, energi terbarukan, dan minim emisi karbon.

Baca Juga: Prioritaskan Manfaat Jangka Panjang Dan Kehati-hatian, Muhammadiyah Kaji Pemberian WIUPK

Direktur Operasi Mahkota Group, Fuad Halimoen, menjelaskan bahwa proyek ini sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang efisien, menguntungkan, dan ramah lingkungan di sektor agroindustri kelapa sawit.

Salah satu fokus utama Green Project adalah pengelolaan limbah cair dan padat dari proses operasional pabrik di Duri 13. Limbah tersebut dikonversi menjadi komoditas baru seperti pupuk (limbah padat) dan energi terbarukan (limbah cair).

"Kami menggunakan teknologi pengelolaan limbah yang mengedepankan prinsip zero waste," ujar Halimoen. "Pengolahan limbah cair dilakukan dengan membangun biogas plant untuk menangkap gas metana yang dihasilkan limbah dari pabrik pengolahan sawit."

Baca Juga: Fokus Jalankan Praktik Bisnis Berkelanjutan, BRI Masuk Dalam Daftar CNBC Indonesia Green Business Ratings 2024

Gas metana ini kemudian dimurnikan dan diolah menjadi biogas, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar bagi mesin boiler, menghemat pengeluaran perusahaan untuk pembelian bahan bakar fosil hingga Rp2-Rp3 miliar per bulan.

Selain menghemat biaya, Green Project juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Pengolahan tankos menjadi pupuk organik (fortified organic fertilizer plant) dilakukan melalui mekanisme pengeringan dan dicampur dengan semacam solid, sehingga mengurangi emisi asap dari proses pembakaran.

Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan kredit karbon yang dapat diperjualbelikan kepada perusahaan yang membutuhkan. Potensi kredit karbon dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 90 ribu ton lebih.

Baca Juga: Menjelajahi Kekayaan Budaya Suku Togutil di Halmahera Timur

"Sasaran utama proyek ini adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan," kata Halimoen. "Kredit karbon juga menjadi potensi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dari perdagangan karbon."

Mahkota Group berkomitmen untuk mengembangkan Green Project ini secara bertahap. Ke depan, perusahaan berencana membangun waste water treatment plant, solvent extraction plant, serta pabrik oleochemical di kawasan tersebut.

Green Project di Duri 13 merupakan langkah nyata Mahkota Group dalam mewujudkan visi dan misinya sebagai perusahaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(*)

Editor : Fandy Gerungan
#mahkota group #Green Project #Kelapa Sawit