Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Setoran PNBP PT Timah Menurun Drastis 41,6% Di 2023

Fandy Gerungan • Rabu, 5 Juni 2024 | 09:40 WIB

Karyawan PT. Timah
Karyawan PT. Timah

RADARPAPUA.ID- Direktur Utama PT Timah, Ahmad Dani Virsal, melaporkan bahwa setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari perusahaan mencapai Rp 888 miliar pada 2023, mengalami penurunan sebesar 41,6% dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal ini disebabkan terutama karena lebih rendahnya kontribusi perpajakan atau PPh 25, royalti, dan dividen,” ujar Dani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (3/6).

Setoran pajak perusahaan juga mengalami penurunan, mencapai Rp 430 miliar pada 2023, yang 31% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 625 miliar. “Karena rendahnya setoran PPN dan PPh 23 seiring dengan menurunnya produksi pada tahun 2023,” tambah Dani.

Baca Juga: Tolak Tawaran Konsesi Tambang, Saran Din Syamsuddin Untuk Muhammadiyah

Dalam presentasinya, PT Timah mengungkapkan bahwa produksi bijih timah perusahaan mencapai 14.855 ton pada 2023, turun 26% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 20.079 ton. Produksi logam timah juga turun 23% menjadi 15.340 metrik ton (mt) dibandingkan 2022 yang mencapai 19.825 mt. “Penurunan kinerja produksi berdampak pada penjualan logam timah, pada 2023 volume penjualan logam 14.385 mt turun 31% dari 2022 yaitu 20.805 mt,” ucap Dani.

Dani juga menyebut bahwa harga rata-rata logam timah settlement di London Metal Exchange (LME) pada 2023 turun 16,8% yoy menjadi US$ 25.999 per ton, dan harga per tiga bulan turun 16,2% yoy menjadi US$ 25.936 per ton. Sejalan dengan penurunan harga logam timah di LME, harga jual rata-rata logam timah perusahaan sebesar US$ 26.585 per ton pada 2023 juga turun 16% dibandingkan 2022 yang mencapai US$ 31.474 per ton.

Baca Juga: Tolak Tawaran Konsesi Tambang, Saran Din Syamsuddin Untuk Muhammadiyah

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia semester I 2023 membuat permintaan timah dunia untuk keperluan logam industri terus mengalami penurunan. Di sisi lain, banyaknya pasokan timah ke gudang LME membuat harga logam timah dunia berada di bawah tekanan,” kata dia. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#pnbp #pt timah