MANOKWARI — Memperingati dan merayakan Hari Listrik Nasional ke-75, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melaunching Program Konversi 1 Juta Kompor Induksi melakukan konversi satu juta kompor LPG menjadi kompor induksi listrik. Hal ini demi menurunkan tingkat ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Manager PLN UP3 Manokwari, Sulisiyo mengatakan, untuk merealisasikan konversi kompor LPG ke kompor induksi, pihaknya akan terus memasyarakatkan kompor tersebut sebagaimana telah dilaunching secara terpusat ‘Gerakan Indonesia Mandiri Energi Dengan Kompor Induksi’.
Dibeberkan Sulisiyo, dari sisi penggunaan, kompor induksi tentu lebih bersih, ramah lingkungan, dan lebih ringkas dibandingk kompor LPG. Kompor induksi juga lebih aman. Pasalnya, tidak menggunakan api sebagai sumber panas. Kompor ini bisa menyala berkat induksi elektromagnetik antara kompor dan media memasak.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kompor akan meledak,” bebernya.
Tak tangung-tanggung, PLN UP3 Manokwari menghadirkan influencer dari Papua Barat, Joanita Chatarine Veroni Wakum atau (Joan Idol). Tak ketinggalan, hadir juga Kopi Mobil (KOMO) sebagai salah satu usahawan yang juga ikut menggunakan kompor induksi dalam produknya. Demo masak ini dipusatkan di Kantor Unit Layanan Pelanggan Manokwari Kota, Jl Trikora, Wosi Manokwari, Selasa (27/10/20).
Selain jago bernyanyi Joan juga sangat senang memasak sehingga pada demo kali ini spesial akan membuat nasi goreng ala Joan Idol.
“Ternyata memasak nasi goreng menggunakan kompor listrik lebih praktis dan cepat ya, tidak perlu khawatir dengan bau gas dan penggunaan kompor induksi ini sangat mudah. Ada pengaturan suhu mau lebih panas atau lebih kecil, bisa diatur,” ungkap Joan
Owner Kopi Mobil (KOMO), Icim, menjelaskan, sejak menggunakan kompor induksi biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding gas tabung. Untuk sehari biasanya hanya bisa memproduksi 20 sampai 30 cup kopi saja. Namun dengan kompor listrik, bisa sampai 50 cup pemesanan dan pelanggan tidak perlu antri lama.
“Sejak pakai kompor induksi, biaya yang saya keluarkan menjadi lebih murah. Sebulan rata-rata Rp100 ribuan, gak beda jauh seperti isi token biasa. Selain itu juga lebih praktis, cepat dan bersih, sangat membantu dalam usahawan muda seperti saya,” imbuhnya.
Sementara itu, Sopar Banjarnahor, Manager ULP Manokwari Kota juga berharap, dengan kompor induksi tentunya para pelanggan bisa beralih ke kompor Induksi. Bila ada kendala dalam pelayanan kelistrikan bisa menghubungi PLN 123.
“Sejak 75 tahun lalu masak pakai kayu beralih pada minyak, kini lebih mudah kemudian beralih ke elpiji. Perkembangan teknologi memudahkan hidup lebih enak, murah dan cepat. Kini perkembangan teknologi lewat kompor induksi. Kami pun PLN siap terus memberikan pelayanan terbaik termasuk semakin dekat dengan pelanggan denagn fitur-fitur seperti PLN 123 dan PLN Mobile,” ujar Sopar.(xlo)
Editor : Axel Refo