RADARPAPUA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah mengumumkan bahwa produsen mobil listrik terkemuka dari Amerika Serikat, Tesla (TSLA.O), tidak akan melanjutkan pembangunan pabrik mobil listrik di Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan oleh Luhut melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, pada hari Senin (13/8). Langkah ini diambil beberapa hari setelah pertemuan langsung antara Luhut dengan pendiri Tesla, Elon Musk, di Amerika Serikat (AS).
Dalam video tersebut, Luhut menjelaskan bahwa Elon Musk telah memutuskan untuk sementara waktu tidak melakukan investasi di berbagai tempat. Alasan di balik keputusan ini meliputi kelebihan produksi yang dialami oleh Tesla serta ketidakpastian dalam kondisi ekonomi global.
Luhut mengungkapkan, "Sehingga dia (Elon Musk) dengan boardnya memutuskan tidak investasi kemana-mana dulu. Saya ulangi, tidak investasi kemana-mana dulu," dalam video yang ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, pada hari Senin (14/8).
Menko Luhut juga menjelaskan lebih lanjut bahwa Tesla saat ini menghadapi tantangan kelebihan produksi. Dari total produksi sebesar 3 juta unit, hanya 1,8 juta yang dapat terserap oleh pasar. Hal ini mendorong Elon Musk untuk berhati-hati menghindari nasib yang sama seperti General Motors (GM).
Luhut menambahkan bahwa Elon Musk bahkan telah menyatakan rencana untuk menahan produksi pabrik mobil listrik Tesla di Meksiko. Langkah ini diambil guna memberikan waktu bagi perusahaan untuk memahami dinamika pasar sebelum melanjutkan produksi.
"Jadi investasi di Meksiko pun di hold dulu tidak berproduksi sampai mereka memahami pasar ini," terang Luhut.
Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan telah menyatakan niatnya untuk bertemu dengan pendiri Tesla, Elon Musk, guna mengklarifikasi rencana investasi di Indonesia. Pernyataan ini muncul setelah Malaysia mengumumkan bahwa Tesla (TSLA.O) berencana melakukan investasi di negara tersebut pada tahun yang sama.
"Saya mau ketemu Elon nanti tanggal 2 Agustus," ujar Luhut kepada wartawan di Jakarta Pusat, pada hari Senin (24/7).
Ketika ditanya mengenai agenda pertemuan tersebut, Luhut dengan tegas menyatakan bahwa pertemuan tersebut akan difokuskan pada penentuan kepastian investasi Tesla di Indonesia. "Ya itu, kita mau finalkan," tandasnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey