Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kanali Wallet Crypto, Tempat Penyimpanan Aset Digital, Apakah Aman? Ini Penjelasannya

Clavel Lukas • Jumat, 21 Maret 2025 | 07:55 WIB

 

Ilusrasi Aset Crypto.  (Financial Crime Academy)
Ilusrasi Aset Crypto. (Financial Crime Academy)

RADARPAPUA-Wallet crypto adalah tempat penyimpanan aset digital seperti Bitcoin, ethereum, dan berbagai token lainnya. Karena sifat cryptocurrency yang terdesentralisasi dan digital, keamanan menjadi prioritas utama untuk melindungi aset dari peretasan atau kehilangan. Dengan menggunakan wallet yang tepat dan menerapkan praktik keamanan seperti backup dan autentikasi dua faktor, aset crypto Anda akan lebih terlindungi dari ancaman digital.

Di Indonesia, dari beberapa aplikasi trading telah tersedia wallet yang mudah diakses oleh pengguna. Wallet crypto Indonesia sudah terbilang memenuhi rasa aman dan nyaman..

  1. Pintu Web3 Wallet

Pintu merupakan aplikasi perdagangan crypto asal Indonesia yang sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI.

Aplikasi Pintu menyediakan layanan penyimpanan aset crypto menggunakan custodian, sehingga pengguna dapat menyimpan, mengirim dan menerima mata uang crypto dalam lingkungan yang aman dan terjamin.

Pintu Web3 Wallet adalah sebuah crypto wallet yang berada di dalam aplikasi Pintu itu sendiri. Memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai Decentralized Applications (dApps), serta mengelola aset crypto dan Non Fungible Token (NFT) dengan aman. Pintu memiliki fitur Web3 Wallet yang aman untuk semua orang, dengan tampilan yang sederhana tetapi mampu memberikan perlindungan tinggi

Perlindungan Teknologi Multi Party Computation (MPC)

Penggunaan teknologi MPC, Private Key dari wallet kamu dibagi menjadi beberapa bagian, salah satunya kamu simpan. Hal ini menghapus resiko satu titik kegagalan atau single point of failure (SPOF).

Kelebihan Pintu

  1. Preview Transaksi

Kamu bisa mendapatkan rincian transaksi secara lengkap dari transaksi apa yang akan kamu lakukan di Web3.

 

  1. Deteksi Penipuan

Dengan menggunakan Web3 Wallet dari Pintu maka kamu akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan karena terdapat firewall web3 mampu mendeteksi penipuan yang akan merugikan Dimana kamu akan diberitahu jika transaksi mengandung resiko penipuan.

 

  1. Berbagai Pilihan Jaringan

Dengan menggunakan web3 wallet dari Pintu maka kamu akan mendapatkan kelebihan berbentuk akses situs web3 di Ethereum, BnB Chain, Arbitrum dan Polygon dengan mudah. Sementara itu jaringan lainnya juga akan segera tersedia.

Cara Masuk Web3 Wallet:

  1. Pilih mode Web3
  2. Tambahkan crypto pada wallet kamu
  3. Jelajahi situs web3
  4. Hubungkan ke WalletConnect
  5. Mulailah transaksi

 

  1. Ledger Nano X

Ledger Nano X adalah salah satu hardware wallet terkemuka yang menawarkan tingkat keamanan tinggi untuk penyimpanan aset crypto. Sebagai perangkat fisik, Ledger Nano X menyimpan private key secara offline, sehingga meminimalkan risiko peretasan yang biasanya mengancam wallet berbasis internet. Dengan fitur-fitur canggih dan dukungan untuk lebih dari 1500 jenis cryptocurrency, Ledger Nano X menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan keamanan.

Sejarah dan Perkembangan Ledger Nano X Ledger Nano X dikembangkan oleh Ledger, sebuah perusahaan asal Prancis yang berdiri sejak tahun 2014 dan dikenal karena inovasi di bidang keamanan aset digital. Ledger Nano X pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 sebagai versi upgrade dari Ledger Nano S. Dengan desain yang lebih modern dan fitur tambahan seperti konektivitas Bluetooth, Ledger Nano X menawarkan kombinasi sempurna antara keamanan dan kemudahan penggunaan.

  1. Metamask

MetaMask adalah salah satu wallet cryptocurrency yang paling dikenal dan digunakan di dunia crypto. Wallet ini berbasis browser dan tersedia juga dalam versi mobile, mendukung blockchain Ethereum serta jaringan kompatibel lainnya seperti Binance Smart Chain dan Polygon. Dengan lebih dari 30 juta pengguna aktif, MetaMask menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin terlibat dalam dunia Decentralized Finance (DeFi), NFT, dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Sejarah dan Perkembangan MetaMask MetaMask dikembangkan oleh ConsenSys, sebuah perusahaan teknologi blockchain terkemuka, dan pertama kali diluncurkan pada tahun 2016. Awalnya hanya tersedia sebagai ekstensi browser untuk Chrome dan Firefox, MetaMask kemudian merilis aplikasi mobile pada tahun 2020 untuk perangkat iOS dan Android. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan fitur keamanan yang kuat, MetaMask dengan cepat menjadi alat yang esensial dalam ekosistem Ethereum.

MetaMask adalah wallet crypto yang menawarkan keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan keamanan. Dengan fitur-fitur canggih dan dukungan multi-jaringan, MetaMask menjadi alat yang sangat berguna bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam dunia crypto. Namun, pengguna harus tetap berhati-hati dan mengikuti praktik keamanan yang baik untuk melindungi aset digital mereka.

  1. Binance

Binance Web3 Wallet adalah crypto wallet layanan mandiri dalam aplikasi Binance, yang dirancang untuk memberdayakan pengguna di bidang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Bertindak sebagai gerbang digital untuk aplikasi berbasis blockchain (dApps).

Wallet Binance ini mampu memberikan jaminan keamanan dan mengelola mata uang crypto mereka, melakukan transaksi di berbagai rantai, dan mendapatkan peluang, serta berintegrasi dengan berbagai platform blockchain.

Teknologi Multi-Party Computing (MPC) yang digunakan dompet melacak setiap transaksi. Teknologi ini penting untuk menghilangkan satu titik kegagalan dan menjamin keamanan aset pengguna. Dompet ini juga memiliki fitur keamanan tambahan, seperti perlindungan terhadap alamat yang salah dan deteksi potensi penyusupan.

Kelengkapan fitur yang ditawarkan untuk membantu kamu menyadari segala risiko keamanan yang terkait dengan token atau blockchain selama transaksi. Dompet Binance Web3 menghasilkan tiga kunci berbeda, yang disimpan dan disimpan di tempat berbeda, termasuk cloud dan di perangkat kamu.

Akses ke dompet Web3 memerlukan setidaknya dua pembagian kunci ini, sehingga meningkatkan hak kamu atas control dompetnya.

Binance Wallet menawarkan solusi penyimpanan crypto yang praktis dan aman. Meski memiliki tantangan seperti sifat custodial dan risiko peretasan, langkah-langkah keamanan yang diterapkan Binance membuat wallet ini tetap menjadi salah satu yang paling dipercaya di industri.

  1. Trust Wallet

Fitur paling canggih dari Trust Wallet adalah kompatibilitasnya dengan platform iOS dan Android, menjadikannya salah satu dari 10 aplikasi dompet crypto teratas pada tahun 2025. Fleksibilitas ini berkontribusi pada reputasinya sebagai dompet mata uang crypto yang terkenal dan banyak digunakan di kalangan crypto. penggemar.

Trust Wallet menonjol dalam daftar aplikasi dompet crypto dengan menggabungkan langkah-langkah keamanan tingkat lanjut, UI yang intuitif, dan dukungan untuk berbagai jaringan dan token.

Diakui sebagai salah satu aplikasi dompet crypto paling aman, Trust Wallet memastikan perlindungan aset pengguna melalui kontrol kunci pribadi, opsi kunci biometrik, dan parafrase. Fitur-fitur ini menjadikannya pesaing utama untuk aplikasi dompet mata uang crypto terbaik yang ada.

Aplikasi terdesentralisasi (dApps) dapat diakses oleh pengguna dari lokasi mana pun melalui koneksi jaringan, meningkatkan daya tariknya di antara aplikasi dompet mata uang crypto teratas.

Selain itu, Trust Wallet membedakan dirinya dengan tidak mengenakan biaya bahan bakar apa pun, dan sepenuhnya gratis untuk digunakan, sehingga menambah nilainya sebagai aplikasi dompet crypto terbaik bagi mereka yang mencari opsi hemat biaya namun aman di pasar.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

 

 

Editor : Clavel Lukas
#Crypto