Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Merauke Kembali Suplai Beras ke Timika, Bulog Distribusikan 1.000 Ton

Tina Mamangkey • Jumat, 15 Mei 2026 | 06:16 WIB
ILUSTRASI: Petugas di gudang Bulog menata beras untuk didistribusikan. (Dok. JawaPos.com)
ILUSTRASI: Petugas di gudang Bulog menata beras untuk didistribusikan. (Dok. JawaPos.com)

 

RADARPAPUA - Distribusi beras dari Kabupaten Merauke ke sejumlah daerah di Tanah Papua terus dilakukan guna menjaga ketersediaan pangan masyarakat. 

Kali ini, Perum Bulog Kanwil Papua melalui Bulog Merauke kembali mengirimkan sebanyak 1.000 ton beras ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.

Selama ini, Merauke memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Papua yang memasok kebutuhan pangan ke berbagai wilayah, termasuk Timika, Fakfak, hingga Sorong.

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah membeli sebanyak 2.239 ton beras dari para petani di Merauke.

Meski demikian, jumlah penyerapan beras tahun ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca, terutama tingginya curah hujan yang terjadi beberapa bulan terakhir di wilayah Merauke sehingga berdampak pada hasil produksi petani.

Menurut Ahmad Mustari, curah hujan yang cukup tinggi membuat proses produksi dan panen padi menjadi tidak maksimal sehingga jumlah beras yang dapat diserap Bulog masih terbatas.

"Memang beras yang dibeli dari petani masih rendah dibanding tahun sebelumnya yang biasanya di periode saat ini sudah mencapai 6.000 ton," kata Ahmad Mustari.

Walaupun demikian, Bulog tetap optimistis target penyerapan beras pada musim tanam 2026 dapat tercapai. Tahun ini, Bulog menargetkan pembelian beras dari petani Merauke mencapai 27.500 ton.

Pihak Bulog menilai kondisi cuaca yang mulai membaik menjadi peluang bagi peningkatan produksi padi di Merauke pada musim tanam berikutnya.

Dengan menurunnya intensitas hujan, para petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sehingga pasokan beras kembali stabil.

"Mudah-mudahan di musim gadu mendatang diharapkan produksi petani Merauke makin meningkat," kata dia.

Sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia, Merauke memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan di Papua dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, distribusi beras dari daerah tersebut terus dijaga agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Bulog Merauke #distribusi beras #Bulog #Timika #Beras