Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Konsumsi Tembus 95%, Pertamina Tambah Pasokan Minyak Tanah di Papua Barat Jadi 27.182 Kl!

Tina Mamangkey • Selasa, 19 Mei 2026 | 06:48 WIB
Pertamina Tambah Kuota Minyak Tanah Papua Barat Jadi 27.182 Kiloliter. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
Pertamina Tambah Kuota Minyak Tanah Papua Barat Jadi 27.182 Kiloliter. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)

 

RADARPAPUA - Kebutuhan minyak tanah di wilayah Papua Barat masih menjadi andalan utama masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga. Karena tingginya tingkat konsumsi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menambah kuota minyak tanah bersubsidi pada tahun 2026 sebanyak 2.066 kiloliter.

Dengan adanya tambahan tersebut, total alokasi minyak tanah bersubsidi untuk tujuh kabupaten di Papua Barat kini mencapai 27.182 kiloliter (Kl).

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, mengatakan penambahan kuota dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat karena penggunaan minyak tanah masih sangat dominan dibanding gas LPG.

“Tingkat konsumsi minyak tanah di Papua Barat lebih tinggi dibanding liquified petroleum gas (LPG) yang kurang lebih hanya 5 persen,” kata Sofyan di Manokwari, Selasa.

Ia menjelaskan masyarakat Papua Barat hingga kini masih sangat bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan memasak dan aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Dari total kuota yang disiapkan, Kabupaten Manokwari mendapatkan alokasi terbesar yakni 11.469 kiloliter. Sementara itu, Fakfak memperoleh 5.908 kiloliter dan Teluk Bintuni sebanyak 3.626 kiloliter.

Selain itu, distribusi minyak tanah juga dialokasikan untuk Kabupaten Kaimana sebesar 2.800 kiloliter, Manokwari Selatan 1.429 kiloliter, Teluk Wondama 1.274 kiloliter, serta Pegunungan Arfak sebanyak 676 kiloliter.

Pertamina mencatat realisasi penyaluran minyak tanah kepada masyarakat sejak Januari hingga April 2026 telah mencapai 7.898 kiloliter atau sekitar 29 persen dari total kuota yang diberikan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Apabila tingkat konsumsinya masih sama, maka prognosa realisasi tahun 2026 sebanyak 92 persen. Artinya, stok minyak tanah di Papua Barat masih surplus,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan minyak tanah, Pertamina juga menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan LPG akibat kondisi geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi distribusi energi.

Dalam skenario mitigasi tersebut, penggunaan minyak tanah diproyeksikan menjadi alternatif utama untuk menggantikan LPG sementara waktu, terutama di daerah dengan konsumsi energi tertinggi seperti Manokwari, Fakfak, dan Teluk Bintuni.

“Kami sudah hitung prognosa mitigasi peralihan dalam periode tiga bulan ke depan sebanyak 421 kiloliter,” ujarnya.

Pertamina berharap tambahan kuota minyak tanah ini dapat menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga di Papua Barat sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sepanjang tahun 2026. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#PT Pertamina Patra Niaga #minyak tanah #kuota minyak tanah #papua barat #Pertamina