Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Harga LPG Non Subsidi Berangsur Normal, Warga Nabire Diminta Tak Panik

Tina Mamangkey • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:02 WIB
Sales Branch Manager I Pertamina Patra Niaga Papua Tengah Muhammad Rinaldi Suryanto. (Antara/Ali Nur Ichsan)
Sales Branch Manager I Pertamina Patra Niaga Papua Tengah Muhammad Rinaldi Suryanto. (Antara/Ali Nur Ichsan)

 

RADARPAPUA - Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Setelah sempat mengalami lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir, harga gas liquefied petroleum gas (LPG) non-subsidi kini mulai menunjukkan penurunan seiring membaiknya pasokan dan distribusi ke wilayah tersebut.

PT Pertamina Patra Niaga memastikan penurunan harga LPG non-subsidi mulai berlaku sejak 8 Juni 2026. Normalisasi distribusi dari Surabaya menjadi faktor utama yang mendorong turunnya harga gas yang sebelumnya sempat membebani masyarakat maupun pelaku usaha.

Sales Branch Manager I Pertamina Patra Niaga Papua Tengah, Muhammad Rinaldi Suryanto, menjelaskan bahwa harga LPG tabung 5 kilogram yang sebelumnya sempat mencapai Rp430 ribu per tabung kini turun menjadi Rp250 ribu per tabung.

“Sedangkan harga LPG tabung 12 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp520 ribu per tabung sekarang turun menjadi Rp435 ribu,” ujarnya.

Menurut Rinaldi, penurunan harga tersebut terjadi setelah Pertamina kembali menggunakan jalur distribusi dari Surabaya dengan sistem pengiriman menggunakan kontainer secara langsung. Langkah ini membuat proses distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.

Sebelumnya, distribusi LPG ke Nabire sempat mengalami kendala akibat perubahan pola pengiriman yang menyebabkan biaya logistik meningkat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan harga LPG non-subsidi di tingkat agen maupun konsumen.

"Faktornya adalah kami sudah mengambil kembali pasokan dari Surabaya dan menggunakan kontainer langsung sehingga distribusi menjadi lebih lancar," ujarnya.

Selain memastikan harga mulai turun, Pertamina juga menjamin ketersediaan stok LPG di Nabire dalam kondisi aman. Saat ini tercatat terdapat 3.134 tabung LPG isi yang siap disalurkan kepada masyarakat. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah setiap pekan seiring membaiknya arus pasokan dari Surabaya.

"Untuk stok sendiri saat ini tersedia sebanyak 3.134 tabung isi dan akan terus bertambah setiap minggu karena suplai dari Surabaya sudah membaik," katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pasalnya, pasokan LPG akan terus didatangkan dan didistribusikan secara bertahap ke berbagai wilayah di Kabupaten Nabire.

"Masyarakat tidak perlu panik karena stok LPG akan terus bertambah dan tersedia di seluruh Kabupaten Nabire," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Pertamina terus melakukan koordinasi untuk mengatasi lonjakan harga LPG non-subsidi yang terjadi sejak awal Mei 2026. Kenaikan harga saat itu dipicu oleh perubahan jalur distribusi serta meningkatnya biaya pengiriman menuju wilayah Papua Tengah.

Dengan mulai normalnya pasokan dan distribusi, penurunan harga LPG non-subsidi diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, mendukung aktivitas pelaku usaha, serta menekan potensi inflasi daerah yang sempat dikhawatirkan meningkat akibat mahalnya harga energi rumah tangga. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Kabupaten Nabire #turunnya harga gas #LPG #Pertamina #lpg non subsidi