Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

SMA Taruna Kasuari Nusantara Siap Majukan SDM Papua Barat

Axel Refo • Selasa, 25 Mei 2021 | 20:57 WIB
SOLID: Kepala Balitbangda Papua Barat Charlie Heatubun didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat, Raymond RH Yap menyerahkan master plan pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantar kepada Gubernur Dominggus Mandacan, Selasa (25/5/21).
SOLID: Kepala Balitbangda Papua Barat Charlie Heatubun didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat, Raymond RH Yap menyerahkan master plan pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantar kepada Gubernur Dominggus Mandacan, Selasa (25/5/21).
MANOKWARI —  Tim khusus bentukan  Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat yang beranggotakan tim ahli dari Universitas Papua (Unipa), Pemerintah Provinsi Papua Barat, praktisi guru dan perwakilan mitra pembangunan telah menyelesaikan rencana induk (master plan) SMA Taruna Kasuari Nusantara (TKN) dan menyerahkan hasilnya Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di salah satu hotel di Manokwari, Selasa (25/5/21). SMA TKN yang akan berlokasi di bekas Balai Latihan Kehutanan (BLK) di Sanggeng Manokwari dan mulai beroperasi (starting up) menerima siswa baru pertengahan Juni 2021 dan siap memajukan SDM di Provinsi Papua Barat. Master plan ini berjumlah 270 halaman yang intinya berisi panduan terkait syarat dan prasyarat pendirian dan pengelolaan SMA termasuk penjaringan siswa-siswi, penjaringan guru dan tenaga pendidik, racikan kurikulum khusus, sarana prasarana, kelembagaan pengelolaannya, dukungan keuangan, dukungan keamanan serta dukungan kebijakan keberlanjutannya. Proses penyusunan master plan ini sudah dicetuskan sejak Januari 2021 kemudian dimulai dengan mendiskusikan hasil studi kelayakan pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara yang telah disusun Balitbangda Provinsi Papua Barat kemudian dilanjutkan dengan penentuan syarat dan prasyarat pendukung pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara. Setelah itu, dilakukan analisis terhadap data dan informasi sebagai bahan dalam penyusunan master plan dan rekomendasi penting sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan SMA ini. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi tim yang telah merampungkan master plan ini. “Saya menyediakan waktu khusus untuk hadir dalam acara ini. Pasalnya, ini sangat penting, kita lagi bicara masa depan provinsi kita dengan menginvestasi sumber daya manusia (SDM) sedari dini,” kata Gubernur Dominggus. Untuk itu, kata Gubernur Dominggus, dirinya mendesak Tim Besar Pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara agar benar-benar memahami dokumen tersebut sebagai dasar dalam membangun dan mengembangkan sekolah yang kita cita-citakan. “Saya ingin betul sekolah ini menjamin kualitas pengelolaan sekolah setingkat SMA ini agar kualitas lulusannya dapat menjadi jembatan untuk keprofesionalan di masa mendatang.  Sederhananya, melalui sekolah ini kita ingin membiasakan disiplin, membangun budipekerti luhur, mengerti teknologi dan memiliki jiwa entrepreneurship. Papua Barat kaya akan sumberdaya alam, jika tidak menginvestasi peningkatan kapasitas SDM sejak dini, kita akan benar-benar tertinggal di provinsi yang kita cintai ini,” harap Gubernur Dominggus. Raymond RH Yap, SE, MTP, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat mengatakan, sebagai pilot project pengembangan SMA khusus tentunya memerlukan pengelolaan yang khusus pula. “Hal inilah yang diatur di dalam Rencana Induk ini.  Saya percaya pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara yang dituangkan dalam rencana induk ini dapat menjawab beberapa permasalahan yang sedang dihadapi di Provinsi Papua Barat termasuk keterbatasan tenaga pendidik, kesenjangan kualitas pendidikan, perbaikan program afirmasi dan penyesuaian kurikulum untuk menjawab masalah pembangunan daerah. Untuk dapat mengatasi ini, Pemda dibawah kepemimpinan gubernur telah membantuk tim besar untuk bekerjasama mengatasi persoalan-persoalan tersebut melalui pilot project pengembangan SMA khusus ini,” kata Raymond. Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si sebagai Penanggungjawab Penyusunan Master Plan, menjelaskan, walaupun tim mengalami rintangan dalam memperoleh data dan infromasi secara optimal karena masa pandemi, tim ini dapat menyelesaikan tepat waktu. “Master plan ini sebagai pedoman untuk proses selanjutnya dimana telah disusun berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah mulai dari pengumpulan data, analisis dan penulisannya. Tentunya penyusunan rencana induk ini sesuai dengan cakupannya tidak akan mengatur secara detail,” jelas Charlie. Lanjut Charlie, master plan ini akan menjadi pedoman umum dan kalau tidak mengikutinya akan keluar dari visi dan misi pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara, apalagi sekolah ini sudah mulai beroperasi pada bulan depan. “Rencana induk ini juga menekankan pada pendekatan stepwise yang artinya pengelola SMA ini akan melakukan perbaikan secara terus menerus berdasarkan hasil monitoring, evaluasi dan pembelajaran sampai pada saat kondisi yang sudah optimal sebagai standar pengelolaan sekolah khusus ini,” tandas Charlie. (ris/xlo) Editor : Axel Refo
#Balitbangda Provinsi Papua Barat #SMA Taruna Kasuari Nusantara #SDM Papua Barat