Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Episode 7-8 Drama Raja "The Land" Dibanjiri Kritikan atas Peran Pangeran Samir

Tina Mamangkey • Selasa, 11 Juli 2023 | 09:11 WIB
Sosok Pangeran Samir (kanan) dalam drama King The Land. (Istimewa)
Sosok Pangeran Samir (kanan) dalam drama King The Land. (Istimewa)

RADARPAPUA - Setelah mencapai rating tertinggi dalam episode sebelumnya, drama Korea "King The Land" kini mendapat kritikan setelah penayangan episode ke-7 dan 8 pada akhir pekan lalu.

Penyebabnya adalah penampilan sosok Pangeran Samir yang dikisahkan berasal dari Arab Saudi.

Namun, alih-alih menciptakan kesan Timur Tengah yang autentik, drama ini malah menampilkan pemandangan yang dianggap tidak biasa.

Pangeran Samir, yang diperankan oleh Anupam Tripathi, terlihat bersenang-senang dengan wanita-wanita seksi di sebuah bar sambil minum alkohol.

Dalam cerita ini, Pangeran Samir digambarkan sebagai sosok yang selalu menggoda wanita dengan gaya yang genit.

Tindakan menggoda wanita tersebut juga ditujukan kepada Cheon Sa-Rang (Yoona SNSD), yang merupakan staf terbaik di King Hotel.

Ini kemudian memunculkan kisah romansa komedi di mana Gu Won (Junho 2PM) selalu cemburu saat Pangeran Samir menggoda Sa Rang.

Karakter Pangeran Samir dalam drama ini dianggap oleh penonton sebagai penghinaan terhadap budaya Arab.

Bahkan, banyak yang menganggap bahwa produksi drama ini tidak menghormati budaya Arab dengan menampilkan unsur-unsur wanita seksi dan alkohol.

"Acara ini sama sekali tidak menghormati budaya Arab," kata salah satu warganet.

Menyikapi kritik tersebut, perwakilan produksi "King The Land" memberikan tanggapan. Dalam keterangannya yang dilansir oleh Breaknews.com, mereka menyatakan bahwa tidak ada niatan untuk melakukan hal yang dituduhkan oleh penonton.

"Karakter, wilayah, dan nama tempat yang muncul dalam drama adalah latar fiktif, dan tidak ada niat untuk membuat karikatur atau mendistorsi budaya tertentu," ujar perwakilan tersebut pada Senin (10/7).

Mereka juga menyatakan penghormatan mereka terhadap budaya Arab.

Tim produksi "King The Land" berjanji untuk lebih memperhatikan pengemasan drama agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan dalam menonton.

"Tim produksi menghormati berbagai budaya dan akan lebih memperhatikan produksi agar tidak ada ketidaknyamanan dalam menonton," tambahnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#King the Land #junho 2pm #drama korea #yoona snsd