Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ustad Solmed Menyoroti Signifikansi Program Sahur Ramadan 2024 dalam Mengangkat Bakat Dakwah

Nur Fadilah • Senin, 4 Maret 2024 | 09:06 WIB

Ustad Solmed dan istrinya, April Jasmine. (Dok. Radar Kudus)
Ustad Solmed dan istrinya, April Jasmine. (Dok. Radar Kudus)

RADARPAPUA-Ustad Solmed menekankan pentingnya ajang pencarian bakat pendakwah sebagai wadah untuk melahirkan tokoh yang mumpuni dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat.

"Regenerasi sangat krusial. Keilmuan dan pendekatan yang beragam memiliki peran penting dalam menyampaikan dakwah," ungkapnya saat ditemui di Senayan, Jakarta.

Dia menegaskan bahwa metode dalam penyampaian dakwah memegang peranan sentral, sebagaimana tercermin dalam pepatah Arab, 'Al thariqah ahammu minal maddah' (metode lebih penting daripada materi ajar).

Ustad Solmed menyoroti bahwa meskipun tema dakwah seringkali serupa, perbedaan dalam pendekatan dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap ilmu agama.

Sebagai juara lomba pidato dan ceramah nasional Masjid Istiqlal tahun 2000, dia menekankan bahwa ajang pencarian bakat pendakwah di televisi sering diikuti oleh individu yang telah aktif dalam menyebarkan ajaran Islam, meskipun belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas. "Mereka memiliki kehebatan tersendiri, hanya saja belum mencapai puncak popularitas," tambahnya.

Ustad Solmed akan kembali berperan dalam program Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Indosiar pada bulan Ramadan ini bersama dengan Mamah Dedeh, Ustaz Wijayanto, dan Ustaz Subki Al Bughury.

Menurut Ustad Solmed, Ramadan tahun ini sudah tahun keempat dirinya memperkuat program tersebut. "Dari awal AKSI selesai tahun lalu, Bu Siwi sudah langsung pesan, tahun depan jangan kemana-mana," katanya.

Karena mengisi program sahur, Ustaz Solmed secara otomatis harus bersantap sahur di studio. Dia pun mengenang momen bersantap sahur disela-sela jeda iklan yang sudah beberapa tahun dia lakukan.

Sahur di acara program live menjadi tantangan tersendiri bagi Ustad Solmed karena harus dilakukan dengan cepat.

"Kita sahur, makan bareng-bareng, kadang ada yang geser dulu ke luar biar tidak terlalu kedinginan. Tapi begitu one minute, langsung buru-buru, duduk manis, kayak nggak ada apa-apa," katanya.

AKSI tahun ini diikuti oleh peserta dari 6 negara yaitu dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Thailand.(jpg)

Editor : Nur Fadilah
#Program Sahur Ramadan #ustad solmed