RADARPAPUA - Lebih dari setahun setelah dipercaya memimpin PT Produksi Film Negara (PFN), Ifan Seventeen kembali menjadi sorotan. Bukan karena gebrakan baru di industri perfilman, melainkan karena aktivitasnya di dunia musik dengan merilis single terbaru berjudul “Apa Kabar”.
Ifan ditunjuk sebagai Direktur Utama PFN pada 10 Maret 2025. Penunjukan tersebut sejak awal memunculkan pro dan kontra karena latar belakang Ifan lebih dikenal sebagai musisi dibandingkan sebagai pelaku industri perfilman.
Kini, setelah lebih dari satu tahun menduduki posisi strategis tersebut, publik masih menantikan kiprah nyata Ifan dalam membawa PFN maupun memberikan kontribusi terhadap perkembangan perfilman nasional.
Keraguan terhadap kapasitas Ifan sebelumnya disampaikan oleh sejumlah sineas dan pelaku industri film. Mereka mempertanyakan pengalamannya dalam mengelola perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan industri perfilman Indonesia.
Meski begitu, tidak semua pihak memberikan penilaian negatif. Sebagian memilih memberikan kesempatan kepada Ifan untuk membuktikan kemampuannya dalam memimpin PFN dan menunjukkan kontribusinya bagi industri film Tanah Air.
Di tengah penantian tersebut, perhatian terhadap Ifan justru kembali muncul dari aktivitas musik. Ia meluncurkan versi terbaru single “Apa Kabar”, yang sebelumnya telah menjadi bagian dari album solo perdananya, Ressonance, yang dirilis pada 9 Januari 2026.
Lagu “Apa Kabar” ditulis Ifan Seventeen bersama Opik Kurdi dan Relando Riyandi. Lagu tersebut bercerita mengenai seseorang yang masih kesulitan menerima kepergian orang yang dicintainya.
Rasa kehilangan membuat tokoh dalam lagu terus mempertanyakan kabar orang tersebut. Di balik kesedihan itu, masih tersimpan harapan agar orang yang dicintainya dapat kembali.
Untuk versi terbaru, Ifan menghadirkan aransemen yang lebih emosional. Pendekatan tersebut digunakan untuk memperkuat suasana kesepian, kerinduan, dan kepasrahan yang menjadi inti cerita dalam lagu.
“Memang versi terbaru ini disajikan melalui pendekatan musikal yang lebih matang dan mendalam. Aransemen musiknya dibangun untuk semakin memperkuat suasana kesepian, kerinduan serta kepasrahan yang terdapat di dalam lirik lagunya,” ujar Ifan dalam keterangan tertulis.
Vokal khas Ifan menjadi salah satu kekuatan utama dalam lagu tersebut. Karakter suaranya membawa pendengar mengikuti kisah seseorang yang berusaha mengesampingkan ego demi mempertahankan hubungan, tetapi pada akhirnya tidak mampu membuat orang yang dicintainya kembali.
Nuansa tersebut terlihat dalam penggalan lirik, “Telah kupertaruhkan semua egoku ini, kembali padaku.” Kalimat tersebut menggambarkan seseorang yang rela mengorbankan harga diri demi mempertahankan hubungan yang berada di ujung perpisahan.
Bagi Ifan, versi terbaru “Apa Kabar” bukan hanya pengemasan ulang dari lagu yang sudah pernah dirilis. Ia ingin memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih dekat dan emosional kepada pendengar.
“Lagu ini bukan sekadar menghadirkan lagu lama dengan kemasan baru. Namun versi baru ini menjadi sebuah interpretasi yang menawarkan pengalaman mendengarkan berbeda, lebih intim, reflektif dan emosional dibandingkan versi sebelumnya,” jelas Ifan.
Perjalanan Panjang Ifan Seventeen di Dunia Musik
Sebelum menduduki posisi Direktur Utama PFN, Ifan sudah memiliki perjalanan panjang sebagai musisi. Ia bergabung dengan Seventeen pada 2008 setelah melalui proses audisi dan seleksi untuk menggantikan vokalis sebelumnya.
Saat Ifan bergabung, Seventeen sudah dikenal di industri musik Indonesia. Bersama grup tersebut, ia kemudian membawakan berbagai lagu yang populer dan memiliki tempat tersendiri di kalangan pencinta musik Tanah Air.
Beberapa lagu yang lekat dengan perjalanan Seventeen bersama Ifan di antaranya “Lelaki Hebat”, “Selalu Mengalah”, “Jaga Selalu Hatimu”, “Jalan Terbaik”, “Menemukanmu”, “Ayah”, hingga “Kemarin”.
Namun, perjalanan karier Ifan mengalami titik paling berat pada 2018. Tsunami yang menerjang kawasan Banten merenggut nyawa sejumlah personel Seventeen. Dalam tragedi tersebut, Ifan menjadi satu-satunya personel band yang selamat.
Kehilangan besar itu tidak membuatnya berhenti berkarya. Ifan kemudian melanjutkan perjalanan sebagai penyanyi solo dan secara perlahan membangun kembali karier musiknya.
Salah satu pencapaian dalam perjalanan solonya datang melalui lagu “Jangan Paksa Rindu”. Lagu tersebut disebut telah mengumpulkan lebih dari 200 juta stream secara akumulatif di berbagai platform musik digital dan sempat viral di media sosial.
Sementara itu, di luar aktivitas musiknya, perhatian terhadap kiprah Ifan sebagai Dirut PFN masih terus berlanjut. Setelah lebih dari satu tahun dipercaya memimpin perusahaan tersebut, publik masih menantikan bukti nyata dan gebrakan Ifan di industri perfilman Indonesia, terutama setelah sejak awal penunjukannya mendapat sorotan dari sejumlah sineas dan pelaku industri film. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey