Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

24 Korban Tenggelam di Sungai Uwe Wamena Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Tina Mamangkey • Senin, 18 Mei 2026 | 06:42 WIB
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara (berdiri kanan sendiri) memimpin langsung tim gabungan melakukan pencarian korban di Sungai Uwe Wamena. (Antara/HO-Humas Polres Jayawijaya)
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara (berdiri kanan sendiri) memimpin langsung tim gabungan melakukan pencarian korban di Sungai Uwe Wamena. (Antara/HO-Humas Polres Jayawijaya)

 

RADARPAPUA - Tim gabungan dari aparat kepolisian, TNI, dan Basarnas terus melakukan pencarian korban pascainsiden putusnya jembatan gantung di Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Hingga kini, sebanyak 24 korban tenggelam di Sungai Uwe, Wamena, berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Peristiwa putusnya jembatan gantung Wouma diketahui menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan hingga konflik perang antarsuku di wilayah tersebut.

Kapolres Jayawijaya Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan proses pencarian korban masih terus dilakukan bersama personel dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Pos Basarnas Wamena.

“Hasil pencarian kami bersama tim gabungan sejak putusnya jembatan gantung Wouma hari pertama hingga saat ini kurang lebih telah menemukan 24 korban hingga hari ini (Minggu),” katanya di Wamena, Minggu.

Menurut dia, fokus utama tim gabungan saat ini adalah melakukan pencarian seluruh korban yang diduga jatuh ke sungai sejak insiden terjadi pada 7 Mei 2026 sore. Langkah tersebut juga dilakukan untuk membantu meredam gejolak dan emosi keluarga korban di tengah situasi yang sempat memanas.

Meski demikian, pihak kepolisian mengaku masih kesulitan memastikan jumlah pasti korban akibat informasi yang beredar di masyarakat masih berbeda-beda.

“Jujur sampai dengan detik ini kami belum mendapatkan data akurat berapa korban yang jatuh akibat putusnya jembatan gantung Wouma. Informasi jatuh korban dari jembatan gantung Wouma ada yang bilang 7, 20, 33 dan 38 semuanya masih simpang siur,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan ada pula laporan dari masyarakat yang menyebut beberapa korban telah meninggal dunia, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata orang yang dimaksud masih hidup.

“Namun begitu kami terus melakukan upaya pencarian supaya dapat menurunkan tensi (emosi) dari keluarga korban. Pencarian itu kami lakukan hingga delapan hari lamanya sebelum terjadinya perang antarsuku di Wamena,” katanya.

Dalam proses pencarian, tim gabungan memusatkan operasi di tiga lokasi utama, mulai dari area jembatan gantung yang putus hingga wilayah Jembatan Wouma di sekitar muara belakang Bandara Wamena dan kawasan Yikuba.

“Total jenazah atau korban yang telah ditemukan hingga hari ini sebanyak 24 orang. Dan upaya pencarian terus kami lakukan bersama tim gabungan baik dari kodim dan basarnas,” ujarnya.

Hingga saat ini aparat gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Uwe untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan juga terus mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi di tengah situasi yang masih dalam proses pemulihan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Kabupaten Jayawijaya #perang antarsuku #konflik antarsuku #korban tenggelam #Kapolres Jayawijaya