RADARPAPUA - Insiden ledakan yang terjadi di sekitar Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya memicu perhatian publik setelah muncul berbagai tudingan di media sosial yang mengarah kepada aparat keamanan.
Namun, Komando Operasi TNI Habema menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
Ledakan yang terjadi pada Minggu (17/5) itu dilaporkan menyebabkan empat orang mengalami luka-luka. Hingga kini aparat masih melakukan penelusuran untuk mengetahui pelaku di balik insiden tersebut.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, menyayangkan munculnya narasi di media sosial yang langsung menuding TNI maupun Polri sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan itu.
"Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut Wirya, terdapat sejumlah fakta yang menjadi dasar bahwa TNI tidak terlibat dalam aksi peledakan tersebut.
Salah satunya berkaitan dengan jenis granat yang ditemukan di lokasi kejadian yang disebut berbeda dengan standar granat milik TNI.
Selain itu, ia menegaskan TNI tidak pernah menggunakan pesawat nirawak atau drone peledak untuk menyerang warga sipil, apalagi di area rumah ibadah.
Ia menambahkan tugas utama TNI di Papua adalah menjaga keamanan dan melindungi masyarakat, sehingga tindakan yang membahayakan warga sipil dinilai bertentangan dengan misi yang dijalankan aparat keamanan di wilayah tersebut.
"TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," ucap dia.
Koops Habema juga memastikan proses penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Di tengah proses itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya ataupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya," kata Wirya.
Menurut dia, insiden ini diduga kuat sebagai upaya provokasi dari pihak tertentu yang ingin memecah hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat Papua.
Sebelumnya, ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.51 WITA di luar area Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni.
Dari informasi sementara yang dihimpun, empat warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut dan saat ini masih dalam penanganan lebih lanjut. (ant)
Editor : Tina Mamangkey